UNKHAIR, Pagi belum sepenuhnya membuka cahaya ketika tim SAR gabungan kembali berkumpul di Pelabuhan Desa Bibinoi, Kabupaten Halmahera Selatan, Selasa, (27/1/2026).
Hari itu menandai hari kelima pencarian Dr. Wildan, S.S., M.Hum, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB-Unkhair), yang hilang setelah kapal longboat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di perairan Desa Bibinoi.
Sejak pukul 07.30 WIT, briefing digelar. Personel diperiksa satu per satu, peralatan disiapkan, dan sektor pencarian dibagi mengikuti rencana operasi hari kelima. Selebihnya, laut kembali menjadi ruang harap—yang harus disisir dengan ketelitian dan kesabaran.
Sekitar pukul 08.10 WIT, seluruh Search and Rescue Unit (SRU) bergerak menuju sektor masing-masing. Area pencarian masih relatif sama dengan hari sebelumnya. Ombak terlihat bersahabat, namun peta operasi kian padat oleh lintasan pencarian yang belum berujung.
Pada pukul 09.30 WIT, tim Unkhair bersama SAR gabungan kembali menurunkan drone bawah air Fifish. Alat itu diharapkan mampu menembus dasar laut yang tak terjangkau penyelam. Hingga menjelang siang, layar monitor hanya hamparan pasir, tanpa petunjuk berarti.
Laporan sementara disampaikan kepada On Scene Commander pada pukul 11.15 WIT. Sortie I kemudian diakhiri pada pukul 12.47 WIT, masih tanpa perkembangan.
Operasi dilanjutkan dengan Sortie II pada pukul 14.00 WIT. Area pencarian diperluas ke sektor yang belum tersentuh. Sejak pukul 15.30 WIT, tim Unkhair kembali mengoperasikan drone udara DJI Mavic untuk menyisir bibir laut, mengikuti kemungkinan arus membawa korban menjauh dari titik awal.
Menjelang sore, hampir seluruh sektor yang memungkinkan telah dijangkau. Namun hingga pukul 16.40 WIT, laporan dari seluruh SRU tetap seragam, belum ada tanda-tanda keberadaan korban.
Pukul 18.24 WIT, Sortie II resmi ditutup. Setengah jam kemudian, seluruh tim kembali ke posko di Pelabuhan Desa Bibinoi untuk evaluasi harian.
Kapolsek Bacan Timur, Ipda Mohammad Syukri, SH, menyebut hari kelima merupakan fase yang berat, bukan hanya bagi tim SAR, tetapi juga bagi keluarga yang turut menunggu kepastian.
“Upaya maksimal sudah dilakukan oleh tim SAR gabungan. Namun sampai hari kelima ini, memang belum ada tanda-tanda korban,” ujarnya.
Sementara, Komandan Unit Basarnas Halmahera Selatan, Husen Abubakar, menjelaskan pencarian hari kelima ditutup tanpa hasil.
Menurutnya, cuaca menjadi kendala utama sejak siang hari, ketika angin dan gelombang mulai memburuk, memperlambat pergerakan tim. Satu sektor pencarian bahkan tak dapat dijangkau sama sekali.
Meski demikian, Husen memastikan operasi dilakukan sesuai prosedur dan akan dilanjutkan pada Rabu pagi, memasuki hari keenam pencarian.
“Semoga apa yang kita lakukan bernilai ibadah,” tuturnya.
Operasi kemanusiaan ini, melibatkan berbagai unsur. Tim rescue Kantor SAR Ternate menjadi tulang punggung operasi, didukung personel TNI AL Bacan dan Kodim 1509/Labuha. Kepolisian mengerahkan kekuatan dari Polres Halmahera Selatan, Polairud, Korps Brimob, hingga Polsek setempat.
Selanjutnya, unsur sipil turut ambil bagian melalui BPBD Halmahera Selatan, KPLP Babang, Dinas Perhubungan, hingga tim Unkhair, keluarga korban, serta masyarakat pesisir ikut menyatu dalam upaya pencarian.*
_________________________________________
Laporan: Acil |Editor: Polo |Foto: Tim SAR

