UNKHAIR, Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Dr. Wildan Mattara, S.S., M.Hum, dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB-Unkhair), yang dilaporkan hilang di perairan Tanjung Bibinoi, Kabupaten Halmahera Selatan.
Penutupan operasi pencarian orang hilang dipimpin oleh Komandan Unit Basarnas Halmahera Selatan, Husen Abubakar, pada hari ketujuh pencarian, Kamis (29/1/2026).
Husen mengatakan, seluruh rangkaian operasi telah dijalankan sesuai prosedur, meski hasil pencarian masih nihil.
“Sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, operasi dilaksanakan selama tujuh hari dan hari ini secara resmi kami tutup,” ujar Husen.
Selama operasi, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polair, TNI, KPLP, BPBD Halmahera Selatan, serta unsur SAR lainnya menyisir perairan dan pesisir sekitar Bibinoi. Evaluasi akhir mencatat kegiatan lapangan berjalan relatif lancar, meski terdapat kendala teknis terkait estimasi waktu dan komunikasi personel di lapangan.
Ketua Tim SAR Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat.
Menurutnya, kerja keras pencarian yang dilakukan tidak ringan dan berlangsung dalam koordinasi yang solid.
“Kami menyaksikan langsung betapa berat kerja di lapangan. Atas nama Unkhair dan keluarga Dr. Wildan, kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak,” pungkasnya.
Dr. Ridha, yang juga mantan Rektor Universitas Khairun, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Bibinoi yang sejak awal turut membantu proses pencarian dan evakuasi penumpang kapal.
“Respons cepat warga menjadi bagian penting dalam upaya penyelamatan korban lain saat kecelakaan terjadi,” kata Dr. Ridha.
Sementara, mewakili keluarga, Wakapolres Pulau Taliabu, Sinar Syamsu menyatakan penerimaan atas hasil pencarian, meski tidak sesuai harapan.
“Kami berharap, selama tujuh hari pencarian ini saudara kami bisa ditemukan. Namun kami menyadari keterbatasan manusia,” ungkapnya.
Keluarga berharap, masyarakat pesisir dan pihak berwenang segera melapor jika di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan Dr. Wildan, serta meminta Basarnas tetap bersedia melakukan evakuasi bila hal itu terjadi.
Adanya penutupan operasi ini, pencarian Dr. Wildan dinyatakan selesai secara resmi dengan status “orang hilang”.*
_________________________________________
Laporan: Acil |Editor: Polo |Foto: Tim SAR

