UNKHAIR, Mengangkat pelestarian tradisi “Dodengo”, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mantra, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB-Unkhair) berhasil lolos pendanaan Bantuan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK).
Program itu difokuskan pada dokumentasi “Dodengo” melalui pengembangan majalah audio visual di Desa Talaga, Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat.
Upaya ini diarahkan untuk merekam sekaligus memperluas akses pengetahuan mengenai tradisi lokal yang sempat mengalami kepunahan.
Ketua LPM Mantra sekaligus ketua tim pelaksana, Agung, mengatakan “Dodengo” dipilih karena pernah berada di ambang kepunahan sebelum dihidupkan kembali oleh masyarakat.
“Tradisi ini sempat hilang, kemudian direvitalisasi dan kembali dilestarikan oleh masyarakat setempat,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Menurut dia, dokumentasi yang dilakukan tidak berhenti pada aspek arsip, tetapi juga dirancang sebagai medium edukasi yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan audio visual, informasi mengenai “Dodengo” diharapkan dapat menjangkau generasi muda secara lebih luas.
Program FPK merupakan skema hibah pemerintah untuk mendukung kegiatan pemajuan kebudayaan. Pada 2026, besaran bantuan mencapai Rp20. 000.000 bagi individu atau kelompok dan Rp30. 000 untuk komunitas.
Selain mendokumentasikan, tim mahasiswa juga melibatkan masyarakat lokal dalam proses produksi, guna memastikan keberlanjutan pelestarian tradisi. Inisiatif ini sekaligus mempertegas peran mahasiswa dalam menjaga warisan budaya daerah.
Agung, berharap program tersebut dapat mendorong keterlibatan lebih luas dari kalangan muda dalam upaya pelestarian budaya, khususnya di Maluku Utara.
Tim pelaksana kegiatan ini antara lain Agung, Putri Mahani Sarif, Nursitna Farli, Ridwan Saban, Fahmi N. Bayan, Aulia Ikhsanita, Tamhir M. Tamrin, dan Anike Muslimah.*
______________________________
Penulis: Polo |Foto: Istimewa

