Sosialisasi Perizinan Penelitian Asing

Unkhair.ac.id Ditemukannya kembali lebah raksasa Wallace atau disebut dengan istilah lebah pluto (Megachile pluto) di Wilayah Halmahera Provinsi Maluku Utara, lebah dengan ukuran besar ini oleh warga setempat disebut dengan ofu, penemuan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan ilmuan bidang zoologi, Lebah dengan rahang bawah yang sangat besar ini pertama kali ditemukan oleh Alfred Russel Wallace pada 1859, pada tahun 1861 oleh Frederick Smith mendeskripsikan sekaligus memberi nama. Dengan ditemukannya kembali lebah raksasa ini memberi harapan baru bagi dunia penelitian ditengah hilangnya berbagai jenis dan populasi serangga secara global, Sejumlah ilmuwan pernah menemukan beberapa spesimen lebah tersebut pada tahun 1981, tetapi kemudian tidak pernah melihat mereka lagi.

Pada bulan Januari, tim dan ahli lebah, Eli Wyman, dari Princeton University mengikuti jejak Wallace, saat melakukan perjalanan di Indonesia berusaha menemukan lebah raksasa, namun tim peneliti ini dalam melakukan penelitian menggunakan visa turis, bukan visa peneliti, hal ini terungkap pada acara “Sosialisasi Perizinan Penelitian Asing” yang diselenggarakan di Universitas Khairun pada hari Selasa, 26 Maret 2019 di aula Nuku gedung Rektorat Unkhair. Hadir dalam kesempatan ini para peneliti dari Universitas Khairun, Universitas Nuku, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Universitas Halmahera, Universitas Bumi Hijrah Tidore, Universitas Pasifik Morotai dan Universitas Hein Namotemo.

Rektor Universitas Khairun Prof. Dr.Husen Alting,SH.MH menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual yang telah hadir dalam mensosialisasikan tentang izin peneliti asing di wilayah Indonesia, terima kasih juga para peneliti dari berbagai Universitas di wilayah Maluku Utara yang berkenan hadir dalam sosisalisasi ini, terima kasih juga kepada Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkum HAM Kota Ternate yang juga hadir untuk berbagai ilmu bersama para peneliti.

Direktur Pegelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti Dr.Eng. Hotmatua Daulay, M.Eng., B.Eng. mengatakan terselenggaranya kegiatan ini karena issu utama tentang ditemukannya lebah raksasa di hutan Halmahera wilayah provinsi Maluku Utara oleh para peneliti asing, para peneliti ini datang dengan visa turis dan melakukan penelitiannya di wilayah Indonesia tampa izin penelitian dari Kemenristekdikti, hasil penelitian peneliti asing ini di umumkan di luar negeri dengan tidak melibatkan pihak Kemenristekdikti maupun LIPI, ada juga peneliti asing yang dengan visa turisnya bekerjasama dengan Dosen penliti kita, mereka melakukan penelitian di wilyah Indonesia, hasil dari penelitian ini dibawa ke luar negeri dan dijadikan sesuatu yang bernilai untuk dijual kembali ke Indonesia, hal inilah yang akan merugikan masyarakat kita, untuk itu kegiatan sosialisasi ini dilangsungkan agar para peneliti Indonesia memahami dan mengetahui prosedur dalam bekerjasama dengan para peneliti asing. Humas

Please follow and like us:
error20

Comments

comments

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

RSS
https://www.facebook.com/Universitas-Khairun-196552343866215/
https://www.facebook.com/Universitas-Khairun-196552343866215/
https://www.instagram.com/universitaskhairun