Sejarawan Unkhair Irfan Ahmad Tutup Usia di RST Ternate

UNKHAIR, Kabar duka datang dari lingkungan Universitas Khairun (Unkhair). Sejarawan muda, Irfan Ahmad, S. S., M. A mengembuskan napas terakhir pada Selasa pukul 23.45 WIT, (7/4/2026) di Rumah Sakit Tentara (RST) Ternate.

Kepergian dosen Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unkhair tersebut menyisakan duka mendalam bagi kolega dan mahasiswa.

Pagi setelah kabar wafatnya beredar, rumah duka dipadati pelayat dari berbagai kalangan, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tokoh daerah.

Tampak hadir Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, serta sejumlah mantan Rektor Unkhair, yakni Dr. Rivai Umar, SE., M. Si, Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, M.S., Prof. Dr. Husen Alting, S.H., M.H, dan Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum.

Jenazah almarhum kemudian diantar ke tempat peristirahatan terakhir di pekuburan lingkungan Jerbus, Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Kota Ternate.

Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM, menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum. Ia menyebut Irfan bukan sekadar pengajar, tetapi juga intelektual yang tekun merawat ingatan kolektif.

“Beliau adalah intelektual yang merawat ingatan kolektif,” ujarnya.

Menurut Rektor, kepergian Irfan Ahmad menjadi kehilangan besar, terutama dalam upaya pelestarian sejarah lokal Maluku Utara. Almarhum dikenal sebagai akademikus yang konsisten meneliti dan menulis, merangkai kembali serpihan sejarah menjadi narasi utuh.

Selain aktif menghasilkan karya ilmiah, Irfan Ahmad juga terlibat dalam penyusunan naskah akademik pengusulan tokoh daerah sebagai pahlawan nasional. Pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian tinggi serta komitmen terhadap fakta sejarah.

“Yang ia kerjakan bukan untuk hari ini saja, melainkan untuk ingatan yang akan terus diwariskan,” kata Prof. Abdullah W. Jabid.

Kepergian Irfan Ahmad menambah daftar duka di lingkungan Unkhair. Dalam waktu berdekatan, Unkhair telah kehilangan empat dosen terbaik, menjadikan duka ini terasa sebagai kehilangan kolektif.

Irfan Ahmad meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Dedikasinya sebagai akademisi dan kepala keluarga menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi orang-orang terdekat.

Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum atas dukungan selama Irfan menjalankan tugas akademiknya, serta memohon maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama masa pengabdiannya.

Kini, Irfan Ahmad telah berpulang. Namun, karya dan pemikirannya tetap hidup—menjadi warisan yang akan terus dibaca, ditafsir, dan dimaknai lintas generasi.*

Riwayat Singkat:

Nama: Irfan Ahmad, S.S., M.A.
NIP: 198302122008121006
Pangkat/Golongan: Penata Tingkat I, III/d
Tempat, Tanggal Lahir: Halmahera Selatan, 12 Februari 1983

Jabatan Terakhir:

Fungsional Lektor Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun.

Jenjang Pendidikan:

  • SD Negeri 2 Ngofakiaha (Lulus 1995)
  • SLTP Negeri 1 Makian (Lulus 1998)
  • SMU Muhammadiyah Ternate (Lulus 2002)
  • S1 Universitas Khairun, Ternate (Lulus 2008)
  • S2 Universitas Gadjah Mada (Lulus 2014)

Jenjang Pekerjaan:

  • 01 Desember 2008: CPNS (Penata Muda/IIIa)
  • 01 Agustus 2010: PNS (Penata Muda/IIIa)
  • 01 Oktober 2017: Penata Muda Tk. I/IIIb
  • 01 Oktober 2019: Penata/IIIc
  • 01 Oktober 2021: Penata Tk. I/III/d

Riwayat Jabatan:

  • 2018–2022: Kepala Program Studi Ilmu Sejarah FIB
  • 2022–sekarang: Anggota Senat Universitas Khairun

Keterangan Keluarga:
Istri: Julaiha Nail
Anak: Muhammad Ali Syahbana,
Imam Muhammad Al Hafiz, dan
Della Nazla Anggraini.

______________________________________
Laporan: Chessa |Editor: Polo |Foto: Chessa