UNKHAIR, Rektor Universitas Khairun, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM, resmi membuka Rapat Kerja (Raker) Penyusunan Program dan Anggaran Tahun 2027.
Raker berlangsung hingga 21 April 2026, ini diinisiasi Bagian Perencanaan Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum (BPKU) Unkhair, di Aula Nuku, Kampus II Gedung Rektorat, Ternate, Rabu (8/4/2026).
Hadirkan Muhammad Antoni Fauzi dari tim penyusun Rencana Strategis Unkhair Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta Triena Eka Wijaya dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara.
Rektor Unkhair, Prof. Abdullah W. Jabid, menyampaikan raker bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum penting dalam menentukan masa depan Unkhair.
“Raker ini harus dipahami sebagai ruang refleksi strategis dan keberanian institusional untuk menata ulang kebijakan. Kita diuji, apakah bertahan dalam pola lama atau berani melompat menuju kampus yang benar-benar berdampak,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya reformulasi dalam penyusunan program dan anggaran, yakni menyusun ulang cara berpikir, cara kerja, serta penentuan prioritas.
Rektor menyebutkan, tidak semua program yang selama ini dijalankan masih relevan dengan kebutuhan zaman. Karena itu, evaluasi perlu dilakukan secara kritis dan objektif.
“Efisiensi bukan sekadar mengurangi anggaran, tetapi meningkatkan kualitas keputusan. Setiap program harus memiliki nilai tambah dengan dampak yang jelas dan terukur,” jelasnya.
Kata Rektor, terdapat tiga prinsip utama dalam penyusunan anggaran, yakni orientasi pada hasil, transparansi dan akuntabilitas, serta dampak nyata.
Rektor mengajak seluruh jajaran untuk melakukan pergeseran paradigma dari sekadar spending-oriented menjadi impact-oriented, guna mendorong peningkatan akreditasi, kualitas riset, inovasi, hingga daya saing lulusan.
Terpisah, Bagian Perencanaan BPKU Unkhair, Idham A. Ibrahim, ST, menjelaskan pagu anggaran Unkhair tahun 2027 diproyeksikan sekitar Rp118 miliar.
Menurutnya, anggaran tersebut akan dibagi dengan komposisi 40 persen di tingkat universitas dan 60 persen ke fakultas, dengan mempertimbangkan jumlah mahasiswa serta klaster Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Selain itu, kata Idham, penganggaran difokuskan pada pencapaian sembilan Indikator Kinerja Utama (IKU), termasuk peningkatan akreditasi program studi dan institusi.
“Untuk mendukung riset dan pengabdian kepada masyarakat, dialokasikan minimal 15 persen dari total anggaran,” ujarnya.
Raker ini diikuti para wakil rektor, dekan, kepala biro, pimpinan lembaga, hingga unit penunjang akademik.
Usai pembukaan, Rektor bersama pimpinan fakultas juga menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel.*
________________________________________
Laporan: Fai |Editor: Polo |Foto: Chessa

