UNKHAIR–Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate menggelar sharing session bertajuk “Penguatan Tatakelola Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Menuju Kluster Mandiri dan Hilirisasi Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi Tahun 2024”.

Kegiatan yang diadakan di Aula Nuku, Lantai 4 Gedung Rektorat Kampus 2 Unkhair, Gambesi, Kota Ternate, Jumat (14/9/2024) ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Ir. Faiz Syuaib, M.Agr, Dirjen Riset Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh Rektor Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum, Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala Lembaga, Ketua SPI, Koordinator Program Studi, serta para dosen peneliti dan pelaksana pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Universitas Khairun.
Usai sharing session, Ketua LPPM Unkhair, Prof. Dr. Sundari, S.Pd., M.Pd, kepada Kehumasan Unkhair, menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola penelitian dan pengabdian masyarakat di Unkhair, dengan target meningkatkan universitas menuju klaster mandiri.
Prof. Sundari, juga menekankan pentingnya hilirisasi riset menuju penerapan hasil penelitian yang mampu mendukung status Badan Layanan Umum (BLU) Unkhair.

“Jika penelitian dapat diterapkan, akan memberikan dampak pada sektor ekonomi dan kewirausahaan melalui program pengabdian masyarakat. Dengan demikian, diharapkan dapat berkontribusi pada pemasukan Unkhair sebagai BLU,” ujar Prof.
Diketahui, saat ini Universitas Khairun berada di klaster utama dengan posisi Sinta yang belum optimal. Untuk mencapai klaster mandiri, Unkhair harus naik ke peringkat minimal 99 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
“Untuk mencapainya, para dosen perlu meningkatkan produktivitas dalam meneliti, mempublikasikan hasil riset, dan menginput data ke Sinta. Hal ini terintegrasi dengan sistem BKD dan jabatan fungsional yang dinilai dari rekam jejak penelitian dosen,” imbuh Prof.
Selama sharing session, Prof. Faiz Syuaib memberikan berbagai trik dan strategi untuk mencapai target tersebut, termasuk meningkatkan jumlah penelitian di Unkhair yang saat ini sudah mengalami lonjakan dari 9 menjadi 17 penelitian dalam basis data RTPM.
“Untuk mencapai target yang lebih tinggi, para dosen harus fokus pada bidang penelitian yang sesuai dengan keilmuannya. Hal ini sejalan dengan penilaian jabatan fungsional yang juga didasarkan pada rekam jejak penelitian sesuai bidang ilmu,” tambah Prof.

Ia berharap seluruh dosen peneliti di Unkhair dapat mengikuti arahan yang diberikan serta mengimplementasikannya agar tujuan rektor untuk mencapai klaster mandiri dapat segera tercapai. (Kehumasan)*

