UNKHAIR–Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, kembali menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Pengelolaan Sumberdaya Hutan yang Berkelanjutan”, yang dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Kehutanan dan Peternakan, menghadirkan para ahli kehutanan dari berbagai kalangan sebagai pembicara, Kamis (12/9/2024).

Kegiatan tersebut dipandu oleh Ir. H. Zaenal Mahmud, Kepala Dinas Kehutanan Halmahera Barat (2006-2011), yang mengajak seluruh peserta untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian satwa endemik Maluku Utara, seperti Burung Bidadari Halmahera.
Selain itu, kawasan hutan pendidikan KHDTK Bidadari Halmahera, yang tengah dalam proses perizinan seluas 500 hektar di Halmahera Barat, diharapkan menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian.
Prof. Ir. Wahyudi, M. Woods, Ph.D, dosen dari Universitas Papua (UNIPA), menekankan pentingnya paradigma baru dalam pengelolaan hutan.
“Hutan kini tidak hanya berfungsi sebagai sumber kayu, tetapi juga sebagai penyedia jasa ekosistem dan produk non-kayu. Regulasi ini tercantum dalam UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Pasal 26 dan 28, yang menegaskan pemanfaatan hutan lindung dan produksi untuk kegiatan multiusaha kehutanan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ir. Febriza Dwiranti, M.Si, Ph.D, juga dosen UNIPA, menyoroti tanggung jawab bersama dalam melestarikan satwa endemik melalui riset dan kolaborasi masyarakat.

“Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya untuk spesies-spesies endemik yang ada di wilayah ini,” ujarnya.
Ir. M. Natsir Thaib, Wakil Gubernur Maluku Utara periode 2014-2019, memberikan motivasi kepada generasi muda kehutanan. “Masa depan hutan Maluku Utara ada di tangan kalian, para mahasiswa. Generasi muda adalah ‘the man behind the gun’ dalam menjaga keberlanjutan hutan,” pesan Natsir,
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara dosen dan pemerintah dalam melakukan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Lily Ishak, M.Si, M. Nat. Res., Ph.D, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi lintas pemangku kepentingan untuk mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan.
Menurutnya, dengan kolaborasi yang kuat, kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan seiring.

Kuliah umum ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan wawasan mahasiswa, tetapi juga mempererat silaturahmi antara generasi muda dan para senior rimbawan dari Maluku Utara dan Papua, demi masa depan hutan yang lestari dan berkelanjutan.
Kordinator Program Studi Kehutanan, Dr. Andy Kurniawan, S. Hut., M. Sc, menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan kawasan hutan di wilayah tersebut.
Mwnurutnya, hutan yang berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, masyarakat lokal, akademisi, serta pihak swasta harus bekerja sama untuk memastikan keberlangsungan hutan.
“Kolaborasi harus dimulai dari kesamaan visi dalam melestarikan sumber daya alam kita untuk generasi mendatang,” ujarnya, mengakhiri. (Kehumasan)*


