FK Unkhair, Angkat Sumpah Tiga Dokter Baru

UNKHAIR–Fakultas Kedokteran Universitas Khairun (Unkhair), Ternate kembali angkat sumpah ke tiga dokter baru periode ke-VI tahun akademik 2023/2024.

Pengambilan Sumpah Dokter Baru Angk. VI Unkhair (Dok. Humas)

Rapat terbuka Senat Program Profesi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Unkhair, dilaksanakan di Aula Nuku Rektorat Kampus 2, Gambesi Kota Ternate Selatan.

Sebanyak 3 orang dokter baru diambil sumpah dipimpin oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unkhair, dr. Liasari Armaijn, M. Kes. Sabtu (10/8/2024).

Rektor Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M. Hum, mengawali sambutannya mewakili seluruh civitas akademika Universitas Khairun, menyampaikan selamat kepada dokter baru, keluarga, pimpinan, dosen fakultas kedokteran, serta semua yang berkontribusi hingga terlaksananya peristiwa penting sumpah dokter ini.

“Ini merupakan anugerah dari Allah SWT, dan momentum ini menjadi tonggak penting dalam kehidupan dokter baru dalam mengemban tanggung jawab besar sebagai profesi dokter”, ujar Rektor.

Pelaksanaan sumpah dokter di Unkhair, secara runtut sejak 2021 hingga kini sebanyak 6 kali, dan total lulusan berjumlah 51 orang dokter.

Rapat Terbuka Pengambilan Sumpah Dokter Baru Unkhair (Dok. Humas)

Kata Rektor, pada periode ke-I dokter telah mengabdikan diri, baik di RSUD Jailolo, Puskesmas Golagi, RSUD Tobelo, RSUD Toto Kabila, Puskesmas Ibu, Puskesmas Hiri, Puskesmas Sabatai, Puskesmas Siko, Klinik Yakespen Antam, dan Klinik Horas Buli.

Periode ke-II, 5 orang sedang Internship di RSUD Chasan Boesoerie, NTB dan Ambon, periode ke-III, satu orang dokter hingga sekarang masih internship di RSUD Jailolo. Periode ke-IV sebanyak sembilan dokter internship di RSUD Buton Utara, RS Bukit Asam, Rumah Sakit Setia Budi, RSUD Muna Barat, RSUD Jailolo dan RS Otanaha. Sedangkan periode ke-V sebanyak 12 dokter sedang menunggu intenship, serta periode ke-VI hari ini diambil sumpah.

Mencermati, lanjut Rektor salah satu butir sumpah dokter, terdapat nilai yang sangat mulia, yaitu sumpah untuk menjalankan tugas dengan cara yang terhormat, dan bermartabat dengan cara melayani pasien tanpa memandang ras, maupun kelompok sosial.

“Menananmkan nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan visi, dan misi ke- Unkhair-an”, kata rektor.

Melalui sumpah dokter, anda telah memasuki dunia kerja, sekaligus dunia pengabdian, dan gelar dokter membersamai nama kalian. Di lingkungan masyarakat profesi dokter masih amat dipandang, di hargai, dijadikan tumpuan ketika mengalami kesulitan.

“Menjadi dokter itu bukan kebanggaan, menjadi dokter itu bukan kehormatan, tapi kekuatan untuk menebar kebaikan, mengakses kebenaran, dan menjaga kerahasiaan, menjadi dokter itu bukan kesuksesan, tapi tantangan untuk terus mengasah kualitas untuk menjaga api semangat pengabdian, agar tetap menyala hingga akhir perjuangan”, pungkas rektor.

Para Dokter Baru Diambil Sumpah (Dok. Humas)

Bagi Rektor, kalian semua di didik untuk menjadi dokter yang bukan hanya senang ilmu pengetahuan, tapi berdedikasi  berpihak kepada kemanusiaan, dan mengabdi kepada masyarakat.

“Jadilah seorang dokter yang tak hanya menjadi agen penyembuh, melainkan  agen pengubah, sekaligus agen pembangunan bangsa sebagai bentuk bakti kalian untuk almamater tercinta”, tambah rektor.

Rektor, juga menakankan pegang teguh etika profesi dokter, baca berulang-ulang, seperti apa profesi dokter itu. Jalani profesi ini sesuai kode etik, junjung tinggi rasa kemanusiaan, dan jalani profesi secara terhormat sebagaimana sumpah dokter.

Kesempatan, Rektor menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wahana Pendidikan Profesi Dokter, dan jejaring yang menjadi faktor penting, terdiri dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Departemen THT, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Departemen Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin,

Departemen Radiologi, Departemen Ilmu Anestesia, Departemen Ilmu Bedah, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Departemen Neurologi di RSUD dr.Chasan Boesoerie, Departemen Ilmu Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara Makassar, Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa RSJ di Sofifi,, RSUD Jialolo, RSUD Tidore, Departemen IKM-IKK Puskesmas Gambesi, Puskesma Siko, Puskesmas Klaumata, Puskesmas Kota, KKP Kelas II Ternate, serta PDAM Ternate.

Diakhir sambutan, rektor menyampaikan terima kasih kepada para dosen, tenaga kependidikan (Tendik), dan juga pra orang tua  telah mengantarkan anak-anak menjadi dokter. Semoga Allah SWT, membalas jasa-jasa bapak ibu sekalian, dan selalu mendapat ridha_Nya.

Rektor Dr. M. Ridha Ajam, M. Hum Menyematkan Jas Almamater Kepada Dokter Baru (Dok. Humas)

Pada pengambilan sumpah dokter kali ini, semuanya lulus predikat sangat memuaskan, dan menyelesaikan kuliah selama 2,9 tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di raih dr. Naisyah Maradjabessy, S. Ked (Ternate, 5 Juni 1999), dr. Gitanurun Ibrahim, S. Ked (Ternate, 24 Oktober 1999), dan dr. Muzdalifa Bin Usman, S. Ked (Ternate, 1 Juli 1997).

Kesempatan yang sama, dr. Gitanurun Ibrahim, S. Ked, dalam pesan dan kesan, menyampaikan terima kasih kepada guru-guru yang tulus mengajarkan ilmunya, ke dua orang tua yang tak putus-putusnya mendoakan keberhasilan, serta seluruh civitas akademika FK Unkhair.

“Tak ada sesuatu yang bergharga yang dapat menandingi jasa orang tua, dan hanya Allah SWT yang membalasnya”, ungkapnya, lirih.

Baginya, menjadi dokter itu bukan semata kesuksesan, tapi tantangan untuk terus mengasah kualitas, dan tak melupakan pahit sebelum keberhasilan untuk menjaga semangat hingga akhir perjuangan.

dr. Gitanurun Ibrahim, S. Ked, juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Rektor Unkhair, Dr. M.Ridha Ajam.,M.Hum, dan dosen Fakultas Kedoktera, beserta seluruh jajarannya yang memberi kesmepatan menimba ilmu di kampus yang banyak memberikan wahan pembelajaran.

Foto Bersama di Aacara Sumpah Dokter Baru Fakultas Kedokteran Unkhair (Dok. Humas)

Walau demikian, Ia menyadarinya baru saja akan memulai terjun ke masyarakat untuk mendharmabaktikan ilmu pengetahuan selama ini.

“Tentunya saja perlu banyak belajar, karena seorang dokter adalah orang yang menghabiskan waktunya untuk terus belajar, dan memberikan pengobatan terbaik bagi masyarakat”, katanya.

Walau demikian, Ia mengajak kepada siapa saja yang menemukan kejanggalan pada diri setiap kami, untuk menyampaikan kritik, dan saran demi kebaikan semua, serta kemajuan pelayanan di negeri tercinta, terutama di Maluku Utara.

Prosesi sumpah dokter dilanjutkan dengan penyematan jas dokter oleh Rektor Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M. Hum, Dekan Fakultas Kedokteran dr. Liasari Armaijn, M. Kes, dan Ketua Senat Fakultas Kedokteran, dr. Dewi Darmayanti, SP. Rad.

Pada sesi akhir sumpah dokter, dr. Liasari Armaijn, M. Kes, menyerahkan secara simbolis para dokter muda yang baru di sumpah kepada Ketua Ikatan Alumni Kedokteran (IKA) Fakultas Kedokteran Unkhair, dr. Fachry Abduldjak, S. Ked.

Usai angkat sumpah dokter, rangkaian penandatanganan Perjanjian Kerja sama (PKS)  Fakultas Kedokteran Unkhair dan RSD Kota Tidore Kepulauan. Isi perjanjian sebagaimana tertuang dalam ruang lingkup, antara lain;

Pertama, kolaborasi pembelajaran dalam bentuk praktik lapangan, profesi, serta implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) jika terdapat dalam kurikulum. Ke dua, penelitian, dan penulisan karya ilmiah bersama antar dosen, maupun mahasiswa. Ke tiga, pengembangan pusat penelitian, dan pengembangan keilmuan. Ke empat, pelibatan dalam penulisan reviewer dalam penulisan journal.

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Fakultas Kedokteran dan RSD. Kota Tikep (Dok. Humas)

Selanjutnya, ke lima, pengembangan kurikulum atau program bersama. K enam, penyelenggaraan forum ilmiah seperti pelatihan, dan seminar. Ke tujuh, pengabdian kepada masyarakat secara bersama. Ke delapan, penguatan kapasitas lembaga melalui pengembangan program dan kegiatan, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran informasi, untuk mendukung efektifitas penyelenggaraan institusi yang mendukung peningatan IKU perguruan tinggi. Ke sembilan, pendayagunaan lulusan atau alumni dari fakultas kedokteran.

PKS sendiri ditandatangani oleh Dekan FKIP Unkhair, dr. Liasari Armaijn, M. Kes dan Direktur RSD. Kota Tidore Kepulauan, dr. Fajar Puji Wibowo, M. Kes.

Terpisah, dr. Liasari Armaijn, M. Kes, menjelaskan perjanjian kerja sama (PKS) fakultas kedokteran dan RSD Tikep merupakan perpanjangan waktu saja, dan salah satu point perjanjian mahasiswa dapat mengikuti program koas di Departemen Mata RSD Tikep.

Mengingat, kata Dekan FK di Kota Ternate tidak menampung mahasiswa koas FK, sehingga sebagian ke RSD. Tikep, untuk beberapa minggu, jadi berpindah-pindah.

Dekan FK, juga menambahkan, semoga dokter baru, maupun lulusan di Fakultas Kedokteran Unkhair, selalu di beri kesuksesan, dan keberkahan untuk semuanya.

Prosesi sumpah dokter baru, juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Hasan Hamid, M. Si, Wakil Rektor Bidang Kerja sama, Kemahasiswaan, dan Alumni Abdul Kadir Kamaluddin, SP., M. Si, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP) Unkhair, Nur Dewi Rizka, SP., M. Pd.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara M. Isa Tauda, SKM., M. Kes, Sekretaris IDI Wilayah Maluku Utara, dr. Andi Sakurawati, M. Kes, Para Dekan Fakultas, dan Koordinator Prodi di lingkup FK Unkhair. (Kehumasan)* Foto; Chessa