UNKHAIR-Buka puasa bersama (Bukber) pimpinan, dan keluarga besar Universitas Khairun (Unkhair), Ternate. Acara Bukber dilakukan untuk mempererat silaturahmi, bertempat di Gamalama Ballroom, Bela Hotel, Jumat, (5/4/2024) Kecamatan Ternate Selatan.

Bukber mengusung tema, “Amazing Ramadhan, Raih Kemuliaan dengan Silahturahmi”, menghadirkan penceremah Ustadz H. Hidayatussalam, SH., MH. Tampak hadir dalam acara ini, Rektor Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M. Hum, Wakil Rektor I, Bidang Akademik, Dr. Drs. Hasan Hamid, M. Si, Wakil Rektor II, Bidang umum, Kepegawaian, dan Keuangan, Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM, Wakil Rektor III, Bidang Kerjasama, Kemahasiswaan dan Alumni, Abdul Kadir Kamaluddin, SP., M.Si, Kepala Biro Umum, Kepegawaian, dan Keuangan (BUKK), M. Tahir Abd Kadir, SH, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP), Nur Dewi Rizka, SP., M.Pd, pimpinan Fakultas, dan seluruh keluarga besar di lingkungan Unkhair.
Rektor Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M. Hum, dalam sambutannya, mengaku bersyukur, alhamdulillah sepanjang bulan ramadhan, di Universitas Khairun, seluruh fakultas baik dosen maupun tendik sudah melaksanakan buka bersama, sehingga pada ksemapatan ini pimpinan bersama keluarga besar juga tak ketinggalan terus jalin silaturahmi melalui bukber.
Adanya tema Bukber ini, menurutnya amazing dalam Bahasa Indonesia menakjubkan, setidaknya mengrefleksikan bagaimana ramadhan yang penuh kemuliaan itu banyak hal luar biasa terjadi, khususnya pada diri sendiri.
Selain itu, bulan yang penuh berkah ini menakjubkan, banyak memberi pelajaran, salah satunya segera menyesuaikan, mengubah kebiasaan lama, baik manajemen waktu, membatasi mata, pola makan, kebiasaan menunda sholat. Otomatis ramadhan mengubah semua kebiasaan, dan sangat amazing.

Lebih lanjut, Rektor mengatakan adanya komitmen dilandasi niat dan keyakinan yang kuat, apa pun itu bisa dilakukan. Berbeda secara normatif, baik aturan negara, maupun institusi tertentu sulit sekali menyesuaikan diri. Lihat saja di instansi, terutama kampus, soal disiplin waktu, sulit sekali mengubah perilaku akibat tak cukup keyakinan.
Melalui acara yang amazing ini, Rektor mengajak warga Unkhar, mampu menjadi motivasi bagi seluruh ASN, PPPK, dan honorer untuk tidak bermalas-malasan bekerja, dan berupaya meningkatkan disiplin, sekaligus merawat kebersamaan di lingkungan kampus.
Kesempatan itu, Ustadz H. Hidayatussalam, SH., MH, dalam tausiyahnya, menyampaikan rasa syukur kepada Allah Swt, tepatnya 25 ramadhan, Allah menggerakkan hati, dan jasad untuk berkumpul,__bersilahturahmi.
Menurutnya, ramadhan merupakan saat dinantikan oleh orang beriman, manusia yang sudah lebih dulu di alam barzah, mereka meminta kepada Allah, agar dihidupkan kembali walau hanya sehari, lantaran pengen bertemu dengan bulan ramadhan, allahmdulilah Allah SWT, masih memberi umur, kesehatan, maupun kekuatan berjumpa bulan penuh berkah ini.
Semoga, amal ibadah yang dijalankan mulai pertama hingga di akhir ramadhan, Insya Allah senantiasa di ijabah, dan masih kembali dipertemukan pada ramadhan mendatang.

Ustadz, juga dosen pada Fakultas Hukum Unkhair, itu menjelaskan kuncinya jika permintaan kalian mau diijabah Allah Swt, bersalawat lah kepada Rasullulah SAW.
Selanjutnya, tidak akan sah di terima sholat, dan puasa seseorang, kalau dia tak menyertakan salawat kepada Rasulullah, karena ramadhan adalah hadiah khusus yang di beri Allah SWT, kepada Rasulluah, dan umatNya. Bahkan, tak di beri ke umat yang lain, selain Islam, sehingga alhamduliilah di jazirah al muluk, Maluku Kie Raha, sejak dulu, tahun 600 hijiriyah, sejak islam di bawah ke negeri ini, sholat taraweh selalu di selingi dengan bersalawat kepada Rasullulah SAW.
“Seperti disinggung Rektor Unkhair, tentang keajaiban bulan suci ramadhan, memang amazing, sebab takkan ditemukan di bulan lain, sehingga ini menjadi siklus waktu yang Allah SWT, khususkan untuk satu bulan dengan satu malam, yakni lailatul qadar,” tambah Ustadz jebolan Abanaulkhairaat Kalumpang Ternate. (Editor Tim Humas)**Penulis; Fai, Foto; Fadly dan Chesa.


