Universitas Khairun (Unkhair), Ternate menggelar pertemuan bersama Dr. Lukman, S.T., M. Hum, Direktur Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dirjen Kemendikbudristek) Republik Indonesia. Bertempat di Aula Nuku Lt. IV Gedung Rektorat Kampus II, Rabu (21/2/2024).
Pertemuan bersama tersebut mengusung tema “Kebijakan Direktorat Kelembagaan Tentang Tata Kelola Perguruan Tinggi”, menghadirkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan Swasta se-Maluku Utara, terdiri dari pejabat universitas, direktur, dosen dan unit-unit di lingkungan Universitas Kahirun.
Turut hadir para rektor, pimpinan sekolah tinggi di Malut, yakni Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Universitas Bumi Hijrah (UNIBRAH), Universitas NUKU, Universitas Pasifik, Uniera, Universitas Nurul Hasan, Universitas Padamara, Global Science Institu (GSI) dan Universitas Nahdatul Ulama.
Direktur Kelembagaan Dirjen PT. Kemendikbudristek, Dr. Lukman, S.T., M. Hum turut memaparkan Standar, Kebijakan dan Layanan Mutu Akademik Perguruan Tinggi (Permndikbudristek Nomor 53 Tahun 2023).
Dekan Fakultas Keguruan, dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prof. Dr. Abdu Mas’ud, S.Pd., M. Pd, mengatakan, dalam laporannya, FKIP Unkhair sebelumnya mengusulkan beberapa Program Studi (Prodi) Sarjana, di antaranya Prodi Teknologi Informasi, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pendidikan Sosial (IPS), Pendidikan Olahraga. Sedangkan Prodi Pascasarjana, terdiri dari Prodi Linguistik, Pendidikan IPA, dan Prodi Pendidikan IPS.
Ke tujuh Prodi, menurutnya satu di antaranya Prodi Linguistik menunggu upload Rencana Pembelajaran Semester (RPS), untuk ke enam Prodi lain dokumennya sudah di upload, sedangkan Sumber Daya Manusia (SDM) sendiri sementara dilakukan penataan.

Baginya, kehadiran Direktur Kelembagaan Dirjen PT. Kemendikbudristek, Dr. Lukman, S.T., M. Hum patut di apresiasi, setidaknya ikut mendorong kemajuan PT di Provinsi Maluku Utara, dan mampu bersaing dengan PT lain. Selain itu, Rektor Unkhair, Dr, M. Ridha Ajam, M. Hum juga luar biasa di tengah kesibukannya, menyempatkan mendorong, agar Unkhair terus eksis, dan berkembang.
Rektor Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M. Hum, dalam sambutannya, mengatakan Unkhair memiliki 51 Prodi yang sementara berjalan, dan sebagian Prodi lain dalam tahap pengusulan, terutama Prodi Pascasarjana, yakni Prodi IPS, dan Matematika.
Menurutnya, adanya sistem Insya Allah Unkhair akan taat, tentunya pastinya ada kebijakan sesuai kondisi saat ini, problem dasarnya adalah dari sisi SDM, terutama tenaga dosen harus memenuhi syarat minimal. Sementara dosen di Unkhair, sedang akselarasi ke jenjang program doktor, dan sebanyak 11 guru besar, sehingga perlu di dorong.
“Salah satu hambatan, memenuhi syarat minimal SDM ketika mengusulkan prodi baru di suatu PT, sementara 716 dosen Unkhair, dari jumlah itu sedikitnya 180 dosen doktor, dan 102 dosen sementara studi doktor, sehingga diharapkan ada kebijakan tertentu, khususnya akselarasi studi doktor,” tuturnya.

Mahasiswa berjumlah 16 ribu, lanjutnya jumlah tersebut tak berbeda jauh dengan jumlah mahasiswa di miliki Universitas Negeri Manado (UNIMA), Universitas Palangkaraya, sementara lokasi sendiri sangat terbatas, luas lahan sekitar 12 hektar.
Rektor, juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Direktur Dr. Lukman, S.T., M. Hum, di tengah padatnya kesibukan masih berkunjung ke PT di Malut, dan mau berbagi terkait dengan perkembangan tupoksi kelembagaan, semoga kehadirannya bermanfaat tak hanya Unkhair, tapi seluruh PT.
Dirjen Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek, Dr. Lukman Hakim, ST., M. Hum, memaparkan antara lain Standar Nasional tata Kelola perguruan tinggi, Recana Strategis (Renstra), APK atau angka partisipasi Pendidikan yang pada ulasannya ikut menyinggung tentang APK Maluku Utara sebanyak 41% di mana angka ini lebih tinggi dari APK di Jawa.
Direktur kelembagaan yang pernah menjabat sebagai Sekretaris LLDIKTI Wilayah VI di Jawa Tengah ini, juga menjelsakan tentang Penguatan Mutu dan Relvenasi Lulusan, Penguatan dosen, dan tendik termasuk percepatan kenaikan jenjang pangkat dan jabatan, penguatan tata Kelola program studi, sistem pelaporannya, penguatan riset, inovasi dan pengabdian kepada masyarakat dan Kampus Merdeka.

Pemaparan dari Direktur Kelembagaan, juga terkait kebijakan tentang perampingan universitas di mana, ke depan ijin pendirian universitas akan di tangguhkan, namun dirjen akan mempertimbangkan jika universitas atau sekolah tinggi bisa merger atau menjadi Lembaga akuisisi.
Hal ini dilakukan untuk memperkuat tata Kelola serta manajemen universitas yang berkualitas.
Pada kesempatan itu Rektor Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum sempat menyampaikan tentang progress Universitas Khairun terkait tata Kelola universitas di level program studi, Fakultas hingga universitas, dan capaian yang telah diperoleh hingga tahun 2023. Antara lain insentif dari MBKM, Insentif IKU, kompetisi nasional, penelitian guru besarserta upaya untuk pengusulan akreditasi internasional bagi 4-5 program studi.
Unkhair juga merupakan salah satu universitas yang memiliki peminat terbanyak, dan terus berupaya untuk memberikan layanan Pendidikan yang terbaik di Maluku Utara.
Sesi yang dipandu oleh moderator Roswita M Aboe, S,Pd, MA berlangsung selama 120 menit juga mendapatkan tanggapan pertanyaan dari Unibrah dan UMMU terkait penyaluran beasiswa, dan di jelaskan langsung oleh Dr. Lukman tentang kebijakan penyaluran, serta kebijakan peruntukkan beasiswa.
Poin menarik yang disampaikan juga bahwa ke depan Dirjen Kelembagaan akan memberi bantuan tentang pendanaan kepada mahasiswa yang bisa di bayar pada saat telah menghasilkan pendapatan sendiri untuk menghindari pinjaman online. (Tim Humas)***

