Dorong Percepatan GB, Faperta Datangkan Asesor dari UGM

UNKHAIR–Dorong Sumber Daya Manusia Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Faperta-Unkhair) Ternate, mengadakan workshop, bertajuk “Percepatan Menuju Guru Besar Bersama Prof. Dr. Junun Sartohadi, M.Sc”, bertempat di Lantai 4, Aula Babullah, Gedung Rektorat Kampus II, Gambesi, Kota Ternate Selatan, Kamis,(16/11).

Foto Bersama Workshop Percepatan GB di Aula Babullah (Dok. Humas)

Hadir dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Junun Sartohadi, M. Sc dari Universitas Gadjah Mada, Dekan Fakultas Pertanian, Unkhir, Ir. Lily Ishak, M. Si., M. Nat Res., Ph.D, Wakil Dekan II, Bidang Umum, Kepegawaian, dan Keuangan, Mardiyani Sidayat, SP., MA, para Koordinator Program Studi, para dosen, dan tendik di lingkungan Faperta.

Dekan Fakultas Faperta, Ir. Lily Ishak, M.Si., M.Nat Res., Ph.D, ketika ditemui, mengatakan workshop ini digelar untuk memberi penjelasan, selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), juga mendorong para dosen doktor di lingkungan Faperta, Unkhair, agar mempersiapkan diri menuju GB.

“Program ini dilakukan untuk memberi pemahaman bagi para dosen, bagaimana syarat, dan kesiapan mengusulkan menjadi GB,”, ujarnya.

Menurutnya, program ini mengingat para dosen Faperta, hingga kini belum memiliki GB (profesor), dan menjadi hambatan peningkatan pelayanan akademik untuk pengembangan program pendidikan doktor (S3), sehingga belum bisa terlaksana, akibat dari SDM belum siap, serta akreditasi Prodi mensyaratkan salah satunya ketersediaan GB.

Selain itu, sambungnya kegiatan ini bertujuan mengundang asesor dari Fakultas Pertanian UGM, Prof. Dr. Junun Sartohadi, M.Sc, membuka cakrawala berfikir para dosen, sekaligus menginspirasi para dosen. dari penyampaian asesor hanya berkutat di lesson learned sebagaimana pernah oleh kampus-kampus lain, termasuk UGM di jamannya.

Mengenai lesson learned sendiri, Dekan yang meraih Ph.D di Australia, itu menargetkan bulan november hingga tahun mendatang, mulai ekstra penyiapan segala hal sesuai persyaratan yang di minta, dan untuk sementara Faperta telah mengusulkan 4 orang GB, termasuk dirinya dengan kendala masing-masing.

Suasana Workshop Percepatan GB (Dok. Humas)

“Kendala masing-masing, termasuk saya sendiri tinggal nambah 22,1 angka kredit, dan sesuai peraturan baru, harus melewati pengakuan angka kredit dulu, sehingga perlu bersabar menunggu diumumkan atau launching oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbudristek,” jelasnya.

Setelah mendapatkan gambaran dari asessor perlu mengubah pola lama, dari masing-masing ke kerjasama tim, jadi bukan pribadi, sehingga banyak hambatannya. Ke depan strategi ini akan mencoba mengajak semua elemen institusi dalam mengusulkan GB.

Lebih lanjut, dikatakan meinimnya animo peminat S1, dan S2 Faperta, berbagai alasan mendasar, yakni secara internal fasilitas di internal, dan masyarakat cenderung ke arah program pasar yang dianggap menjanjikan, dan memandang sektor pertanian kalah saing, menganggap bekerja di sektor ini kondisi kehidupan ekonomi lemah, sebab masih berkutat dengan tradisional, Provinsi Maluku Utara sendiri belum melakukan transformasi sistem pertanian dari tradisonal ke industri.

“Solusinya, pemerintah daerah dan perguruan tinggi harus bekerjasama, berani mengambil keputusan mentransformasikan tradisional ke level industri, otomatis membuka cakrawala, dan justru membuka lapangan pekerjaan di sektor pertanian. Selanjutnya, soal internal mengingat masalah utama, krena itu Unkhair mengajukan satu paket ke pusat pengadaan laboratorium, untuk mendukung pembelajaran utama, maupun riset,” jelasnya.

Faperta mengundang asessor dari UGM, karena sebelumnya Fakultas Pertanian Unkhair dan Fakultas Pertanian UGM, sebelumnya telah melakukan penandatanganan di awal 2023, sehingga kerjasama ini, perlu berperan aktif menginisiasi. Selain itu, adanya workshop ini, memotivasi para dosen, terutama dosen doktoral yang berjumlah 28 orang, dapat menyiapkan segalanya menuju GB. Humas, Penulis; Abdul Rifai