Juliyanti Umabaihi, Anak Penjual Roti Jadi Wisudawati Terbaik

Unkhair. Lahir dari keluarga sederhana membuat bangku kuliah terasa mewah bagi Juliyanti Umabaihi. Bisa merasakan belajar di Perguruan Tinggi pun dianggapnya sebagai pengalaman mahal bagi sebagian anak di daerah. Jika bukan karena tekad dan kebulatan hati yang kuat, sudah pasti Juli sapaan akrab Juliyanti Umabaihi tak bisa melanjutkan pendidikannya di kampus impian.

Menjadi anak seorang penjual roti, tidak menjadikan Juli menjadi minder, Juliyanti Umabaihi mampu menorehkan prestasi luar biasa, dari 731 wisudawan dan wisudawati, Juliyanti Umabaihi dari Fakultas Pertanian Program Studi Teknologi Hasil Pertanian terpilih menjadi wisudawati terbaik pada prosesi Wisuda Periode I Tahun Akademik 2022/2023 dengan nilai IPK 3.91. Dengan perasaan haru, Juliyanti tersenyum dan tak menyangka bisa menjadi wisudawati terbaik.

Ditemui media humas Unkhair,  Juliyanti Umabaihi wanita kelahiran Kou Mangoli Timur,  17 Juli 2001 menceritakan bahwa Sang Ibu sempat menanyakan bagaimana Julianti mau kuliah sementara Kakaknya juga kuliah butuh biaya. Sebagai seorang penjual roti, Saida Gay menangis dengan mengatakan “seandainya Bapakmu masih hidup, semua akan terbantukan.”

Tidak mau bersedih terlalu lama, dengan tekad baja, Juliyanti mencari informasi terkait dengan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi. Usai jam sekolah Juli meminta ijin kepada gurunya untuk bisa mengakses internet. Ini adalah satu-satunya fasilitas yang dapat digunakan oleh Juliyanti.  Hal ini dilakukan agar ia dapat melakukan pendaftaran beasiswa untuk dapat melanjutkan kuliah di kampus pilihan.

“karena tidak memiliki internet di rumah, setiap malam saya harus ke sekolah untuk mengisi data-data permohonan beasiswa yang diminta” tutur Juliyanti.

Tak lolos pada seleksi masuk Perguruan Tinggi jalur prestasi, Juliyanti kembali mencoba mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi jalur Tes Berbasis Komputer. Pada jalur seleksi ini Juliyanti mendaftar di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian, akhirnya Juliyanti Umabaihi diterima di Fakultas Pertanian Program Studi Teknolgi Hasil Pertanian.

Semasa kuliah, Juliyanti Umabaihi, anak ke tiga dari tiga bersaudara banyak mengikuti kegiatan dan meraih prestasi diantaranya, juara 1 mahasiswa berprestasi tingkat Universitas, Delegasi Competition Essai di Jakarta, Putri terbaik Maluku Utara dalam delegasi pertemuan anak muda 38 provinsi di Bogor, pertukaran mahasiswa nusantara di 6 kampus, IPB, Universitas Padjadjaran, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Syiah Kuala, Universitas Semarang, dan Universitas Warmadewa serta perestasi lainnya.

Selain kuliah, Juliyanti aktif diberbagai kegiatan diantaranya pernah bergabung dengan beberapa organisasi di kampus seperti Himpunan Mahaiswa Jurusan, Badan Eksekutif Mahasiswa, Mahasiswa Berprestasi. Juliyanti juga aktif berbagai organisasi ekstra kampus seperti komunitas literasi yaitu Forum Studi Independensia dengan melakukan aktivitas rutin gelaran buku bacaan gratis di Taman Nukila (Salah satu taman di kota Ternate, Maluku Utara). Melakukan pelatihan menulis di sekolah-sekolah. Mengikuti kelas menulis sehingga menghasilkan beberapa buku antologi tulisan esai: Batobo (2019), dan Pemuda Membaca Sokrates (2020), serta buku induvidu yang berjudul Aksi Pangan (2022).

Dengan ketekunan belajar dan disiplin yang diajarkan oleh orang tua, akhirnya Juliyanti berhasil mempertahankan skripsinya dengan judul “Efektivitas Sabun Cair dari Ekstrak Kulit Kakao dengan Penambahan Ekstrak Gagang Cengkih sebagai Antimikroba dan Antinyamuk” dihadapan para dosen penguji.  Ketertarikan akan penelitian sisa kulit kakao dan gagang cengkih dikarenakan sewaktu kecil Juliyanti sering diajak ke kebun milik ayahnya. Aroma khas cengkih dan manisnya buah kakao membawa Juliyanti kembali ke kenangan waktu kecil yang tek terlupakan.

Seringnya dengan kesibukan kampus membuat Juliyanti tak diam, setelah selesai ujian skripsi, sambil menunggu waktu wisuda digelar, Juliyanti kembali mengikuti seleksi Indonesia Research and Inovation Fair (IRIFair) yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kembali kabar gembira diperoleh Juliyanti, proposal yang dikirim akhirnya diterima oleh pihak BRIN dan masuk dalam Finalis Indonesia Research and Inovation Fair (IRIFair). Juliyanti nantinya akan mewakili Universitas Khairun untuk tampil diajang nasional bersama para peneliti lainnya.

“Saya diberi kesempatan untuk mempersentasikan riset saya pada tanggal 19-23 September 2023 di Gedung Innovation Convetion Center (ICC) Jawa Barat” tutur Juliyanti sembari tersenyum.

Media humas Unkhair menanyakan bagaimana cara belajar dengan berbagai kesibukan. Juliyanti kembali menjelaskan, sedari SMA dia sudah terbiasa bangun pukul 03 Pagi, hal ini dikarenakan Sang Ibu menyiapkan Roti isi unti kelapa yang akan dijualnya. Diwaktu pagi itulah Juliyanti menyempatkan membaca atau belajar serta menyiapkan dan mempelajari pelajaran apa yang akan diajarkan oleh guru.

Sampai sekarang Juliyanti tak bisa melupakan kenangannya bersama Ibu, apalagi aroma roti isi unti kelapa yang selalu membuatnya kembali mengingat ingat masa masa bersama Ibunda tercinta.

“sampai sekarang saya tak bisa melupakan aroma khas roti buatan ibu, terkadang saya kangen akan hal itu” ucap Juliyanti dengan mata yang berkaca kaca.

Dikesempatan itu, Juliyanti Umabaihi mengucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk Muhammad Galim Umabaihi, Mardiana Umabaihi, Mardiani Umabaihi, Maryati Umabaihi yang telah berbagi dalam suka dan duka, dan selalu menjadi pemberi semangat dalam proses perkulihan Juliyanti selama ini. Untuk Ibuku Saida Gay, Kau adalah tempat aku menyimpan semua rasa sakit dan tempat aku berbagi kebahagian. (humas) Penulis : Suratin / Foto : Fai