Unkhair Gelar FGD MKWK Berbasis Inovatif, Efektif dan Berkarakter

Unkhair. Universitas Khairun menggelar Focus Group Discussion (FGD) Tentang Implementasi Pengembangan Model Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) berbasis Projek Inovatif dan Efektif tahun 2023. Kegiatan ini dilaksanakan di Lantai 4, Aula Babullah Gedung Rektorat, Senin 21 Agustus 2023.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Rektor Universitas KhairunDr. M. Ridha Ajam, M. Hum, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Dr. Hasan Hamid, M. Si, Ketua LP3M Dr. Suratman Sujud,SP.M.P. Penanggungjawab Kegiatan FGD MKWK,  Dr. Sutaryo, M. Ed Tesol, para Dekan, para Ketua Program Studi serta dosen pengampu MKWK di lingkungan Unkhair. FGD MKWK menghadirkan, Dr. Arqom Kuswanjono, M. Hum, sebagai narasumber utama.

Rektor Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M, Hum, dalam sambutannya, mengatakan MKWK sebagaimana tertuang pada Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Pasal 35 mengamanatkan setiap perguruan tinggi wajib menyelenggarakan mata kuliah Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia. Dengan demikian, pelaksanaan MKWK menjadi penting, dan  perhatian srius oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) RI, Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A, guna membentuk karakter mahasiswa.

“MKWK menjadi faktor penting dalam pengembangan mata kuliah wajib. Sebab, MKWK relevan dengan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), MKWK relevan itu sebagaimana terkandung pada Pancasila, Agama, Kewarganegaraan, dan Bahasa. Mata kuliah yang masuk dalam MKWK dapat membentuk  karakter dan masa depan bangsa,”katanya.

MKWK adalah dasar membentuk sebuah prinsip, sikap toleran yang baik, dan memiliki multikukturalisme. Sepintas, lanjut Rektor, berpikir desain pembelajaran MKWK di Provinsi Maluku Utara (Malut) menjadi ladang yang sangat kaya menjadikan keys (kunci) dasar materi. Sebab, Malut sendiri dari aspek bahasa memiliki 34 Bahasa daerah.

Berbicara bahasa berbasis etnik atau sub etnik, maka Maluku Utara sendiri terdapat ragam bahasa, tapi bisa terbuka terhadap berbagai suku bangsa, bahkan secara sejarah daerah ini pernah menjadi incaran dari negara-negara Eropa, karena miliki potensi penghasil bumi cengkih dan pala.

Menurutnya, Maluku Utara pernah dilanda konflik, menurut Rektor, tidak terkait hubungan sosial, dan konflik terjadi alasan ekonomi, dan kekuasaan. Bukan alasan hubungan sosial atau perbedaan agama. Ini menunjukkan bahwa daerah ini menjadi ladang besar untuk mempraktekkan mata kuliah MKWK.

Rektor, juga menambahkan adanya keberagaman ini mendorong para dosen, dan sejumlah tenaga pengajar lebih inovatif dalam konteks kedaerahan, sehingga pembelajaran MKWK menyenangkan sekaligus bisa menenangkan karakter multikulturalisme sebagai sebuah bangsa.

Rektor juga meminta narasumber MKWK kali ini dapat sharing pengalaman dengan Unkhair, sehingga dapat memperbaiki segala dokumen-dokumen bagi pelaksanaan pembelajaran MKWK. Akhirnya semua dilakukan didasarkan pada komitmen, dan Unkhair terus memperbaiki tidak hanya anak-anak mahasiswa bisa lulus, tapi bisa memperbaiki permasalahan yang ada.

Ketua Panitia dan penanggungjawab kegiatan FGD MKWK, Dr. Sutaryo, M. Ed Tesol, dalam sambutannya, mengungkapkan Unkhair telah menjadi salah satu dari delapan Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia yang mendapatkan bantuan Program Pengembangan Model Pembelajaran MKWK yang berbasis projek, misalnya Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia. Sedangkan usulan Unkhair, selain berbasis projek juga berorientasi pada kemajemukan.

“Usulan program ini karena dipandang selama ini pembelajaran MKWK hanya sekedar pelengkap, dan kesannya kurang dikelola dengan baik, padahal berdasarkan Keputusan Dikti Nomor 84 2020 menegaskan bahwa peran MKWK sangat mendasar bagi bangsa demi Pendidikan berkarakter generasi mudah untuk masa depan Indonesia, ” Tandasnya

Perlu dilaporkan, lanjut Dr. Sutaryo, M. Ed Tesol, satu bulan terakhir Unkhair telah melakukan rapat, dan berbagai workshop, di antaranya 1 Agustus tahun 2023 telah merumuskan dokumen pelaksanaan kebijakan unit akademika MKWK dan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) MKWK, sebagai salah satu solusi menjawab permasalahan pendidikan tinggi. Ke 2, Pada 18 Agustus, Unkhair kembali merumuskan dokumen panduan pelaksanaan model pembelajaran MKWK berbasis projek, Rencana pembelajaran semester (RPS) MKWK berbasis projek, dan Modul MKWK berbasis projek. Sedangkan, workshop ke tiga, 15 Agustus lalu, kembali melaksanakan revisi kembali RPS dan Modul, karena dirasa masukan dari berbagai pihak, terutama dari narasumber internal Pusat Pengembangan Pendidikan.

Dr. Sutaryo, M. Ed Tesol, menambahkan, diharapkan FGD kali ini dapat memberi masukan terhadap dokumen-dokumen sebagaimana di singgung sebelumnya, sehingga FGD ini diharapkan pembelajaran MKWK berjalan lebih baik lagi. (humas) Penulis : Polo / Editor : Suratin/ Foto : Fadli