Laksanakan Program PKM, Fakultas Kedokteran Bagi Masker, Handscoen dan Hand Sanitizer Ke Pedagang di Pasar Higienis Kota Ternate

Unkhair. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Khairun kembali melakukan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) 2020. Kegiatan ini berlangsung di kota Ternate tepatnya di pasar higenis kota Ternate kelurahan Gamalama.

dr. Nurmala Dewi, S.Ked bertindak sebagai ketua pelaksana program pengabdian kepada masyarakat dan dr. Marwah Widuri Anwar, S.Ked bertindak sebagai anggota pelaksana melakukan studi lapangan di area pasar higenis kota Ternate yang berlangsung pada hari Sabtu, 22 Agustus 2020.

Dengan dikeluarkannya izin pelaksanaan  kegeiatan oleh karena pelaksanaan kegiatan PKM berlangsung dimasa pandemi maka kedua Dosen ini baru dapat melaksanakan kegiatannya pada hari Minggu, 30 Agustus 2020 yang dimulai pukul 08.00 WIT sampai selesai. Kegiatan ini menyentuh kurang lebih 100 pedagang yang berada di area pasar higienis Kota Ternate.  Program pengabdian masyarakat ini melibatkan juga  mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Khairun.

dr. Nurmala Dewi, S.Ked mengatakan bahwa tujuan PKM adalah mensosialisasikan secara langsung tentang tatanan New Normal pada lingkungan kerja dalam hal ini pasar dan memberikan bantuan secara langsung kepada pedagang pasar higienis sebagai salah satu upaya membantu salah satu pelaku sektor ekonomi menengah ke bawah. Metode pengabdian yang digunakan adalah direct act, pembagian masker, hand sanitizer dan handschoen secara langsung kepada pedagang

dalam kesempatan itu, dr. Marwah Widuri Anwar, S.Ked sebagai anggota dalam PKM menjelaskan, data terbaru di Indonesia pertanggal 14 Juni 2020 mengemukakan bahwa total kasus positif sebanyak 38.277 kasus dimana bertambah 857 kasus dibanding hari sebelumnya. Pertambahan kasus sembuh sebanyak 755 kasus sehingga akumulatif 14.531 kasus. Sedangkan kasus meninggal dunia bertambah 43 orang sehingga jumlah keseluruhan menjadi 2.134 kasus.

Berbagai upaya untuk menghadapi pandemi Covid-19 telah dilakukan seperti karantina rumah, isolasi mandiri, karantina fasilitas khusus, karantina Rumah Sakit, dan karantina wilayah. Yang menjadi pertanyaan adalah sampai kapan masyarakat dengan berbagai sektor kehidupannya harus hidup dalam masa ketidakamanan, ketidaknyamanan dan ketidakpastian oleh karena situasi pandemi ini, terutama ketika vaksin atau terapi definitif Covid-19 belum ditemukan. Ditambah para ahli kesehatan memprediksi pandemi Covid-19 masih akan ada hingga 1 tahun kedepan.

dr. Nurmala Dewi, S.Ked dan dr. Marwah Widuri Anwar, S.Ked berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan kembali pada tahun depan dan melalui kegiatan program pengabdian kepada masyarakat dapat Terbentuknya pola pikir masyarakat khususnya pedagang pasar higienis dalam menerapkan new normal. (Humas)