Unkhair. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masa pandemi Covid-19 guna mencegah penyakit menular sehingga angka kesakitan dan kematian di masyarakat menurun, maka Fakultas Kedokteran Universitas Khairun mengambil pelan dengan menggelar kegiatan “Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS) di masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Ubo Ubo Kota Ternate Selatan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung di Kantor Kelurahan Ubo Ubo Kota Ternate Selatan, hadir dalam kesempatan itu Lurah beserta staf dan warga masyarakat di kelurahan Ubo Ubo. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung dalam dua tahap yakni pad hari Jumat, 26 Agustus 2020 dan hari Selasa, 1 September 2020.
Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat maka kegiatan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masa pandemi Covid-19 menghadirkan pemateri dari Fakultas Kedokteran Universitas Khairun. Dosen Fakultas Kedokteran dr. Liasari Armaijn, M.Kes sebagai narasumber utama, selanjutnya dr. Dewi Darmayanti, Sp.Rad. kegiatan ini menghadirkan peserta dari masyarakat sebanyak 75 orang terdiri dari unsur pemerintah yakni pihak Kelurahan Ubo-Ubo, para ketua RT/RW di Kelurahan Ubo-Ubo
dr. Liasari Armaijn, M.Kes menjelaskan perilaku hidup bersih dan sehat di pada masa pandemi Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19) menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui masyarakat agar terhindar dari penyakit Covid-19. Sejak awal tahun 2020, kasus Covid-19 menjadi masalah kesehatan dunia. Kasus ini diawali dengan informasi dari Badan Kesehatan Dunia/ World Health Organization (WHO) pada tanggal 31 Desember 2019 tentang kasus pneumonia dengan penyebab yang tidak jelas di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kasus ini terus berkembang hingga adanya laporan kematian dan terjadi importasi kasus ke luar China. Pada tanggal 30 Januari 2020, WHO menetapkan Covid-19 sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia.
WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi. Berdasarkan bukti ilmiah, Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular adalah orang yang kontak erat dengan penderita Covid-19. Rekomendasi standar dari Kementerian Kesehatan RI untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah melalui penerapan PHBS yang baik yang dikenal dengan 3M yakni mencuci tangan dengan sabun di air bersih mengalir selama minimal 20 detik atau menggunakan handsanitizer, menggunakan masker dan menjaga jarak atau menghindari keramaian.
Pada kegiatan yang sama juga menghadirkan dr. Dewi Darmayanti, Sp.Rad, sebagai narasumber kedua dr. Dewi menjelaskan walaupun program pembinaan PHBS ini sudah berjalan sekitar 25 tahun, tetapi keberhasilannya masih jauh dari harapan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) oleh Balitbangkes Kemenkes RI tahun 2018 menunjukkan beberapa indikator PHBS di rumah tangga belum mencapai target seperti indikator cuci tangan dengan benar, konsumsi buah dan sayur, aktifitas fisik setiap hari dan merokok dalam rumah. Secara nasional, proporsi aktifitas fisik mencapai 33,5%, dan merokok dalam rumah sebesar 28,8%. Sedangkan khusus proporsi perilaku cuci tangan dengan benar pada penduduk umur > 10 tahun di Provinsi Maluku Utara hanya sebesar 59,5%. Data Profil Kesehatan Indonesia tentang kebijakan PHBS tahun 2017-2018 menunjukkan bahwa terdapat 13 provinsi yang belum mencapai target termasuk Maluku Utara.
Perilaku hido sehat dan bersih adalah sebuah rekayasa sosial yang bertujuan menjadikan sebanyak mungkin anggota masyarakat sebagai agen perubahan agar mampu meningkatkan kualitas perilaku sehari-hari dengan tujuan hidup bersih dan sehat. Terdapat langkah-langkah berupa edukasi melalui pendekatan pemuka atau pimpinan masyarakat, pembinaan suasana dan juga pemberdayaan masyarakat dengan tujuan kemampuan mengenal dan tahu masalah kesehatan yang ada di sekitar; terutama pada tingkatan rumah tangga sebagai awal untuk memperbaiki pola dan gaya hidup agar lebih sehat.
dr. Liasari Armaijn, M.Kes mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemampuan masyarakat kelurahan Ubo-Ubo Ternate untuk melaksanakan PHBS bagi dirinya dan menjadi agent of change bagi anggota keluarga di rumahnya sehingga setiap anggota masyarakat dapat mencegah terjadinya penyakit terutama penyakit akibat infeksi Covid-19.. Salah satu warga kelurahan Ubo Ubo ketika ditanyakan apa manfaat yang didapatkan dengan kegiatan ini mengatakan “kami dapat mengetahui tentang perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penyakit infeksi akibat covid-19” selain itu kami lebih memahami bagaimana upaya pencegahan penularan Covid-19 melalui simulasi 3M yakni melakukan simulasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di air mengalir selama minimal 20 detik, menggunakan masker yang baik dan menjaga jarak atau menghindari keramaian
Dengan kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman stakeholder dan masyarakat di Kelurahan Ubo-Ubo Kota Ternate tentang PHBS di masa pandemi Covid-19, serta dapat menggerakkan masyarakat di wilayahnya agar segera menerapkan upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 sehinggan angka kesakitan dan kematian menurun serta kualitas hidup masyarakat meningkat. (humas)




