Fakultas Kedokteran Unkhair Melakukan Penyuluhan Bahaya Merokok Pada Remaja di SMP BP Alkhairat Kalumpang

Unkhair.ac.id. Rokok oleh sebagian orang sudah menjadi kebutuhan hidup yang tidak bisa ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena merokok ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa namun telah merambah ke remaja bahkan siswa SMA, SMP bahkan juga ke siswa SD. Riskesdas 2018 menunjukan bahwa terjadi peningkatan prevalensi merokok penduduk usia 10-18 tahun dari 7,2% menjadi  9,1%.

Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa kebanyakan orang mulai merokok ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama atau kurang lebih pada usia 12 tahun, di 14 propinsi di Indonesia, merokok dimulai pada usia 10 tahun terutama untuk anak laki-laki.  Apabila sejak usia 10 tahun seorang anak sudah mulai merokok dan kemudian berkembang menjadi sebuah kebiasaan maka dapat dipastikan bahwa 10-20 tahun kemudian akan tumbuh menjadi individu yang memiliki risiko tinggi untuk menderita penyakit penyakit tertentu.

Ketua pelaksana pengabdian masyarakat dr. Soesanty, M.M.Kes menjelaskan, merokok merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dengan mengingat bahwa merokok merupakan salah satu faktor risiko utama dari beberapa penyakit kronis yang dapat mengakibatkan kematian. Dari total kematian akibat kanker di Indonesia, Kanker paru menempati urutan pertama penyebab kematian yaitu sebesar 12,6%. Berdasarkan data Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan 87% kasus kanker paru berhubungan dengan orang yang merokok.

Berkaitan dengan permaslahan merekok pada usia remaja, lanjut dr. Soesanty Fakultas Kedokteran dengan program pengabdian kepada masyarakat melaksanakan kegiatan Penyuluhan Bahaya Merokok Pada Remaja di SMP BP Alkhairat Kalumpang.(Rabu, 25 September 2019). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini  bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok agar terhindar dari berbagai penyakit, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan serta meningkatkan pengetahuan dan rasa takut siswa untuk tidak mencoba dan berhenti merokok.

Tim pelaksana sosialisasi dr. Andi Sitti Nur Afiah, Sp.PK., M.Kes menjelaskan, bahwa siswa akan mendapatkan manfaat dari penyuluhan diantaranya Siswa mengetahui tentang bahaya merokok, sehingga dapat menurunkan angka kematian akibat rokok, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, selain itu manfaat juga dapat diperoleh pihak Pemerintah sehingga dapat mengurangi beban pemerintah dalam sosialisasi bahaya merokok, dalam mejuwudkan peraturan pemerintah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Soesanty, M.M.Kes mengatakan hasil dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada para siswa SMP BP Alkhairat Kalumpang tentang dampak dari merokok, yang dapat mengakibatkan penyakit kanker, para siswa memiliki pengetahuan dan rasa takut untuk mencoba merokok, serta memberikan kesadaran untuk mau berhenti merokok, dr. Soesanty, M.M.Kes berharap dengan kegiatan ini, para siswa memiliki kesadaran untuk tidak ikut mencoba merokok, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan. (Humas)