UNKHAIR, Program Studi (Prodi) Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Khairun (Fatek-Unkhair) menyelenggarakan workshop kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).
Berlangsung di Aula Babullah, Lantai IV Rektorat, Kampus II Unkhair, Ternate, Jumat, (24/4/2026).
Hadirkan berbagai mitra strategis, di antaranya perwakilan PT. Harita Group, PT. Antam Tbk, PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), PT. JPB5, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Maluku Utara, Dinas ESDM, DLH Malut, Forkopindo, IKA Tambang, serta unsur internal Unkhair.
Dekan Fakultas Teknik Unkhair, Ir. Ar. Endah Harisun, S.T., M.T., CRP., IPM., IPU., ASEAN Eng, mengatakan workshop kurikulum ini menjadi momentum penting untuk evaluasi dan revisi kurikulum Prodi Pertambangan.
“Workshop ini merupakan ajang evaluasi bagi kita semua. Saat ini Prodi Teknik Pertambangan sedang menjalani proses akreditasi, sehingga peninjauan kurikulum menjadi salah satu syarat utama dalam penilaian,” ujarnya.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, Prodi Pertambangan dapat meraih hasil akreditasi maksimal, serta memperkuat kualitas pembelajaran di tingkat fakultas dan program studi.
Ir. Endah, menyebutkan bahwa Prodi Teknik Pertambangan termasuk salah satu Prodi dengan peminat tertinggi di Unkhair. Bahkan, berada di posisi ketiga setelah Prodi Pendidikan Kedokteran dan Teknik Informatika.
“Prodi ini sangat diminati masyarakat, khususnya di Maluku Utara. Namun, tantangan kita adalah masih adanya mahasiswa yang lulus di atas lima tahun,” katanya.
Menurutnya, pendekatan OBE menekankan pada capaian lulusan, sehingga diharapkan mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu, memiliki kompetensi yang baik, dan cepat terserap di dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Ia juga menyoroti besarnya potensi industri pertambangan di Maluku Utara yang mendorong tingginya minat terhadap Prodi tersebut. Karena itu, sinergi dengan mitra industri dinilai penting dalam penyempurnaan kurikulum.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran para mitra. Kami berharap masukan yang diberikan dapat memperkuat kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan industri,” harapnya.
Selain itu, Ir. Endah juga menyinggung pentingnya data tracer study alumni sebagai indikator kinerja lulusan, khususnya terkait waktu tunggu kerja.
“Sebenarnya banyak alumni yang sudah bekerja di perusahaan tambang, tetapi data tersebut masih sulit kami peroleh. Melalui kemitraan ini, perusahaan dapat membantu menyediakan data alumni,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Prodi Teknik Pertambangan, Ir. Firman, MT, menjelaskan workshop OBE merupakan bagian dari kewajiban peninjauan kurikulum sesuai regulasi yang berlaku.
“Berdasarkan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, setiap program studi wajib meninjau kurikulum setiap 4 hingga 5 tahun. Terakhir kami lakukan pada 2021, dan tahun ini kembali kami evaluasi,” jelasnya.
Ir. Firman menambahkan, pihaknya sangat mengharapkan masukan dari mitra industri, baik terkait pelaksanaan kerja praktik, tugas akhir, hingga kebutuhan kompetensi lulusan di dunia kerja.
“Kami ingin kurikulum yang disusun benar-benar up to date dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan industri,” katanya.
Ia berharap, dukungan berkelanjutan dari mitra, khususnya dalam penyediaan tempat magang berdampak, kerja praktik, dan penelitian mahasiswa.
“Pengembangan sumber daya manusia di Maluku Utara bukan hanya tanggung jawab perguruan tinggi, tetapi juga pemerintah dan dunia industri,” pungkasnya.*
_________________________________________
Laporan: Fai |Editor: Polo |Foto: Fai

