UNKHAIR, Universitas Khairun (Unkhair) resmi menandatangani kontrak pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu, di Ruang Senat Universitas, Kampus II Unkhair, Ternate, Rabu (22/4/2026).
Penandatanganan kerja sama dilakukan antara pihak Unkhair dengan kontraktor pelaksana PT. Waskita Beton Precast Tbk (KSO PT Diatasa Jaya Mandiri) yang diwakili Direktur Koento Wahyudiat, serta konsultan pengawas PT. Archi Pratama Konsultan KSO PT. Baruga Bulaeng Indotama yang dipimpin Direktur Utama Arthur J. Manuputty.
Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Unkhair, Dr. Irfan Zam Zam, S.E., M.Sc., Ak, menegaskan proyek ini harus segera dikerjakan mengingat waktu pelaksanaan yang cukup terbatas hingga akhir tahun.
“Kalau dihitung, waktu pengerjaan hanya sekitar delapan bulan. Kami minta komitmen kontraktor agar pekerjaan selesai tepat waktu dengan kualitas terjaga,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara progres fisik dan pencairan anggaran agar tidak menimbulkan temuan di akhir proyek. Unkhair, kata dia, berkomitmen melakukan pembayaran tepat waktu sesuai capaian pekerjaan di lapangan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Unkhair, Ir. Endah Harisun, ST., MT, menyampaikan proses tender proyek telah rampung, meski sempat mengalami keterlambatan akibat sanggah banding dan adendum pekerjaan.
“Alhamdulillah hari ini kita masuk tahap penandatanganan kontrak. Besok dilanjutkan dengan Pre-Construction Meeting untuk memastikan kesiapan teknis sebelum pekerjaan dimulai,” ujarnya.
Ir. Endah menambahkan, pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu ditargetkan selesai dalam 255 hari kalender atau paling lambat 31 Desember 2026.
Adapun pagu anggaran fisik proyek sebesar Rp72.380.867.848,06, sementara jasa konsultan pengawas sebesar Rp1.730.612.500,00.
Adanya proyek ini, Ir. Endah, juga sebagai Dekan Fakultas Teknik, berharap kehadiran gedung laboratorium terpadu dapat meningkatkan fasilitas akademik, dan mendukung kegiatan penelitian Unkhair.*
___________________________________
Laporan: Fai |Editor: Polo |Foto: Fai

