Mahasiswa Elektro Unkhair Gelar Elektro Fair 2026 di Sahu, Galang Donasi untuk Korban Banjir Ibu

UNKHAIR, Banjir yang melanda Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, pada 8 Januari 2026 menyebabkan warga empat desa yaitu Desa Gamlamo, Tongute Ternate Asal, Gam Ici, serta Desa Tongute Ternate, mengalami kesulitan. Mereka membutuhkan uluran tangan berbagai pihak.

Kondisi itu pula yang memantik solidaritas kemanusiaan Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun (Unkhair), yang menggalang dana melalui Elektro Fair 2026 di Desa Jarakore, Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat, Kamis (15/1/2026).

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Elektro Unkhair, M. Rafli A. Salam, mengatakan kegiatan ini menjadi medium pengabdian kepada masyarakat dengan menempatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam konteks kebutuhan warga.

Sejumlah agenda mewarnai Elektro Fair 2026, mulai dari layanan servis gratis hingga edukasi teknologi.

“Aktivitas ini dirancang untuk menjangkau masyarakat secara langsung, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai bagian dari komunitas sosial di wilayah pelaksanaan kegiatan,” kata M. Rafli A. Salam.

Rafli menambahkan, momentum Elektro Fair 2026 juga dimanfaatkan untuk penggalangan dana bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Ibu.

“Inisiatif ini dijalankan melalui kerja sama panitia dengan masyarakat setempat, dikoordinasikan oleh Kepala Bidang Eksternal Himpunan Mahasiswa Elektro, Tyson Kelian, dan saya selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Elektro,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kotak donasi disediakan di setiap rangkaian acara dan turut dibawa dalam kegiatan servis gratis. Donasi yang terkumpul selanjutnya disalurkan pada Kamis, 15 Januari 2026, dalam bentuk sembako dan pakaian layak.

“Bantuan tersebut diserahkan kepada Kepala Desa Tongute Ternate, Kecamatan Ibu Tengah, untuk diteruskan kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Ibu,” terangnya.

Melalui Elektro Fair 2026, sambungnya, Himpunan Mahasiswa Elektro Unkhair menegaskan bahwa pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada penerapan teknologi. Juga menjadi ruang pembelajaran sosial yang menempatkan empati, kepedulian, dan solidaritas kemanusiaan sebagai bagian tak terpisahkan dari praktik keilmuan.*
_____________________________
Penulis: Polo |Foto: Istimewa