34 Insinyur Profesional Dikukuhkan, Ini Pesan Rektor Unkhair

UNKHAIR, Sebanyak 34 insinyur resmi dikukuhkan sebagai lulusan Program Studi Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik Universitas Khairun (Fatek-Unkhair), bertempat di Aula Nuku, Rektorat, Kampus II Unkhair, Ternate, Jumat (19/12/2025).

Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM, mengatakan, pengukuhan insinyur merupakan langkah penting dalam menyiapkan tenaga profesional yang berintegritas, kompeten, dan beretika di tengah tantangan globalisasi, revolusi industri, serta pesatnya perkembangan teknologi.

Menurutnya, insinyur memiliki peran vital dalam menjawab tantangan zaman dan kebutuhan dunia kerja yang semakin kompleks.

“Acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum strategis bagi institusi dan pembangunan bangsa,” ujar Prof. Abdullah.

Peran insinyur, kata Prof. Abdullah, saat ini tidak hanya dituntut unggul secara teknis. Melain pula harus memiliki integritas, pembaruan keilmuan, peduli terhadap keselamatan publik, lingkungan yang berkelanjutan, dan kesejahteraan masyarakat.

Unkhair, lanjutnya terus berkomitmen untuk memperkuat penyelenggaraan PPI melalui peningkatan kualitas kurikulum, penguatan jejaring dengan dunia industri dan asosiasi profesi, serta penjaminan mutu yang berkelanjutan.

Ia berharap, para insinyur yang baru dikukuhkan menjadi motor penggerak lahirnya ekosistem pendidikan profesi ini yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

“Profesi ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, teladan, serta inspirasi bagi generasi insinyur,” harap Rektor.

Sementara, Dekan Fakultas Teknik Unkhair, Endah Harisun, ST., MT, menyampaikan bahwa PPI Unkhair, merupakan satu-satunya di wilayah Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Hingga kini, sebut Endah Fakultas Teknik Unkhair, telah mengukuhkan hampir 60 insinyur profesional–kontribusi nyata universitas dalam menyiapkan SDM unggul di Indonesia timur.

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Maluku Utara, Ir. Moch. Husnullah Pangeran, ST., MT., IPM, ASEAN Eng, menyebut PPI menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, karena dunia kerja dan industri tak lagi cukup dijawab dengan ijazah akademik.

Melalui PPI, sambunga para sarjana teknik, dan sarjana terapan dipersiapkan untuk berkompetisi secara sehat dan profesional, baik di tingkat nasional maupun global.

Gelar Insinyur, tambah Husnullah, bukan sekadar simbol akademik, melainkan bentuk tanggung jawab profesional sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

Melalui mekanisme sertifikasi berjenjang hingga pengakuan internasional seperti ASEAN Engineer dan APEC Engineer, PII memastikan insinyur Indonesia, termasuk di Maluku Utara, memiliki daya saing global, serta peran strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional.*

_________________________________________
Laporan: Chessa |Editor: Polo |Foto: Chessa