16 Tahun Mengabdi, Cleaning Service Unkhair Lolos PPPK Paruh Waktu

UNKHAIR,Janiba Salim (48), cleaning service (petugas kebersihan) Universitas Khairun (Unkhair), akhirnya menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Momen yang telah lama ia nantikan itu menjadi penanda penting dalam perjalanan hidup seorang ibu yang selama ini menjadi tulang punggung bagi dua anaknya. Ia menjadi satu dari 42 ASN PPPK yang menerima SK langsung dari Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM.

Lahir pada 8 Juli 1976 di Desa Lelei, Kecamatan Kayoa, Halmahera Selatan, Janiba menapaki pendidikan dari jalur sederhana namun teguh, mulai dari SD Kastela, SMP Islam Kastela, hingga SMEA Ternate, membentuk fondasi ketekunan yang kini membawanya pada pengakuan atas pengabdiannya.

Sosok ibu yang akrab disapa Ci Niba itu memandang penetapan status ASN PPPK bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi yang ia jalani lebih dari satu dasawarsa.

Setiap pagi, ketika cahaya matahari masih samar menyelinap di celah pepohonan Kelurahan Kastela, Ci Niba telah lebih dulu menjemput hari.

Ia menempuh perjalanan melintasi udara dingin menuju Kampus Gambesi, kadang diantar anaknya, kadang pula mengandalkan jasa ojeg yang setia mengantarnya. Hingga tugas penyapuan di sudut-sudut Lantai 2 Rektorat selesai, ia tetap berada di sana, sunyi namun teguh, menghidupi makna dalam tugas sederhana.

Perjalanan Janiba di Unkhair bermula pada 2009. Di lantai dua Gedung Rektorat, ia menjalankan tugas kebersihan dengan disiplin yang tak pernah surut, memastikan setiap ruangan siap sebelum aktivitas perkantoran dimulai, sebuah ketekunan terus ia jalani tanpa pernah mengenal lelah.

Hidup tidak selalu berpihak padanya. Sejak suaminya meninggalkan rumah pada 2013, dan tidak lagi kembali, Janiba harus membesarkan dua anaknya seorang diri. Anak pertamanya kini melanjutkan studi di Program Studi Teknik Informatika Unkhair, sementara anak bungsunya masih menapaki bangku SMP.

Pendapatannya tak seberapa, besaran gaji Ci Niba di awal hanya Rp600.000 hingga meningkat menjadi Rp2,7 juta, ia tetap bertahan, menguatkan langkah demi masa depan anak-anaknya. Kini, status PPPK membuka harapan baru bagi keluarga kecil itu.

“Saya hanya ingin membahagiakan anak-anak,” ujarnya lirih, menggambarkan tekad seorang ibu yang menemukan kekuatan di tengah keterbatasan, dan akhirnya mendapatkan jawaban atas kesabarannya.*

________________________________
Penulis: Polo |Foto: Chessa