Salah Satu dari 27 Insinyur Indonesia, Akademisi Unkhair Terima Sertifikat Profesional ASEAN di Filipina

UNKHAIR, Sebanyak 27 insinyur asal Indonesia resmi menerima sertifikasi insinyur dan medali ASEAN Engineer Register (AER) di ajang bergengsi Conferment Ceremony ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO), pada SMX Convention Center, Clark, Pampanga, Filipina.

Salah satu penerima dari Indonesia adalah Ir. Aqshan Shadikin Nurdin, S.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng, akademisi Universitas Khairun (Unkhair) yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Pertanian.

Aqshan menjadi bagian dari perwakilan akademisi Indonesia yang memperoleh pengakuan internasional sebagai Insinyur Profesional ASEAN (ASEAN Engineer). Capaian ini tidak hanya membanggakan Unkhair, tapi juga memperkuat posisi akademisi Indonesia di kancah profesional teknik tingkat Asia Tenggara.

Penganugerahan dipimpin langsung oleh AER Head Commissioner Ir. Simon Yeong Chin Chow, yang menyerahkan sertifikat dan pin kehormatan kepada para insinyur terpilih dari negara-negara anggota ASEAN.

Turut hadir Engr. Federico A. Monsada, Chairman AFEO, serta Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr. Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU., ASEAN Eng, yang mendampingi delegasi Indonesia.

Ilham Habibie, dalam ketarangannya, mengatakan bahwa pengakuan sebagai ASEAN Engineer merupakan apresiasi atas kompetensi dan profesionalisme para insinyur Indonesia.

“Ini bukan hanya kehormatan, tapi juga amanah untuk terus berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

ASEAN Engineer (ASEAN Eng) diberikan kepada insinyur yang telah memenuhi standar kompetensi, pengalaman, serta etika profesi yang diakui oleh seluruh negara anggota AFEO. Penghormatan ini menjadi simbol pengakuan internasional atas keahlian dan dedikasi mereka dalam memajukan profesi teknik di tingkat regional.

Sementara itu, dari Indonesia, penerima penghargaan mencakup akademisi, praktisi, dan perwakilan instansi pemerintahan, yang menenjukan kualitas, dan profesionalisme insinyur Indonesia di kancah ASEAN.

Bagi Ir. Aqshan Shadikin Nurdin, pencapaian ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi Unkhair dalam dunia profesional teknik internasional.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi regional di bidang teknik dan pendidikan tinggi,” ujarnya kepada Humas Unkhair, Kamis (30/10/2025), usai menerima penghargaan.

Adanya sertifikasi ASEAN Engineer ini, Universitas Khairun kembali mengukir prestasi internasional, dan menentukan peran akademisi Indonesia sebagai pionir insinyur di ASEAN.

________________________________________
Penulis: Polo |Foto: Istimewa