26 Aug 2026 Humas Berita Dibaca 15 kali

UPA Bahasa Unkhair Siapkan SDM Lokal Berdaya Saing melalui Penguatan Bahasa Mandarin

UPA Bahasa Unkhair Siapkan SDM Lokal Berdaya Saing melalui Penguatan Bahasa Mandarin

UNKHAIR, Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa Universitas Khairun (Unkhair) mengambil langkah strategis dalam memperkuat kompetensi bahasa asing bagi sivitas akademika dan sumber daya manusia lokal di Maluku Utara.

Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA) dengan Program Studi Bahasa Mandarin, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra, Universitas Bosowa, di Kantor UPA Bahasa Unkhair, Senin (24/8/2026).

Kerja sama ini diawali dengan Kursus Intensif Bahasa Mandarin Tingkat Dasar (Basic Mandarin) selama 48 jam, yang diikuti sekitar 30 peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan (tendik) Unkhair.

Sebagai bagian dari implementasi program, UPA Bahasa Unkhair menghadirkan Sri Khaerani Rahman, S.S., M.B.A, pengajar Prodi Bahasa Mandarin Universitas Bosowa. Kehadirannya diharapkan menghadirkan pembelajaran Bahasa Mandarin yang terarah, aplikatif, dan sesuai kebutuhan peserta.

Kursus itu tidak hanya membekali peserta dengan pemahaman teori, tetapi juga menekankan praktik komunikasi. Peserta dilatih menggunakan kalimat sapaan, ungkapan sehari-hari, kosakata, hingga komunikasi dasar dalam Bahasa Mandarin.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan sistem Pinyin sebagai dasar pelafalan Bahasa Mandarin. Dengan demikian, peserta memiliki fondasi awal untuk memahami pelafalan serta membaca kata dan kalimat sederhana.

Kepala UPA Bahasa Unkhair, Dr. Roswita M. Aboe, M.A, mengatakan pengembangan kompetensi bahasa asing menjadi program berkelanjutan UPA Bahasa.

Selama sekitar lima tahun, UPA Bahasa telah menggelar berbagai kursus, mulai Bahasa Inggris bagi dosen dan mahasiswa hingga bahasa asing lainnya.

"Bahasa Mandarin hampir setiap tahun kami selenggarakan. Ini bukan hanya bagian dari program pembelajaran bahasa asing, tetapi juga respons terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat Maluku Utara, " ujar Dr. Roswita.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas industri, khususnya sektor pertambangan, membuat kemampuan Bahasa Mandarin semakin strategis. Maluku Utara membutuhkan SDM lokal yang tak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan investor dan tenaga kerja asal Tiongkok.

Penguasaan Bahasa Mandarin, terutama komunikasi dasar, diharapkan menjadi kompetensi tambahan bagi tenaga kerja lokal untuk membangun komunikasi efektif di lingkungan industri, termasuk dengan perusahaan, investor, dan tenaga kerja asing.

Konteks tersebut, UPA Bahasa Unkhair memandang pengembangan Bahasa Mandarin sebagai bagian dari investasi SDM. Program kursus diarahkan tidak hanya pada kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan di dunia pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial.

Penandatanganan Implementation Agreement dengan Prodi Bahasa Mandarin Universitas Bosowa, juga membuka peluang kerja sama lebih luas, mulai dari kursus berkelanjutan, peningkatan kompetensi pengajar, hingga pengembangan materi pembelajaran.

Melalui program ini, UPA Bahasa Unkhair menegaskan perannya dalam mendukung lahirnya SDM lokal yang kompeten, komunikatif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun global. (*)

 Penulis: Polo |Foto: UPA Bahasa