26 Aug 2026 Humas News Read 16 times

Unkhair Jadi Lokasi Seminar Nasional Rakernas XII JKPI, City Gallery Jadi Topik Utama

Unkhair Jadi Lokasi Seminar Nasional Rakernas XII JKPI, City Gallery Jadi Topik Utama

UNKHAIR, Universitas Khairun (Unkhair) bekerja sama Pemerintah Kota Ternate, dan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) akan menyelenggarakan seminar nasional, di Aula Banau, Kampus I Unkhair, Kelurahan Akehuda, Kota Ternate, pada Jumat (28/8/2026).

Seminar ini, bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tahun 2026, yang menobatkan Kota Ternate,  sebagai tuan rumah.

Rakernas akan mempertemukan akademisi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas penguatan kota pusaka melalui pengembangan City Gallery sebagai ruang publik yang inklusif.

Kegiatan itu, Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M, akan menyampaikan welcome speech.

Sejumlah narasumber nasional turut dihadirkan, antara lain Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Joko Santoso, Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional Andi Abubakar, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara Handi Susila, serta Direktur Eksekutif Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Nanang Asfarinal.

Ketua Panitia Seminar Nasional, Dr. Abdul Kadir Kamaluddin, S.P., M. Si, menjelaskan seminar ini momentum bagi Unkhair untuk berkontribusi dalam agenda strategis pelestarian kota pusaka melalui pendekatan akademik.

"Ini ruang bertukar gagasan mengenai bagaimana city gallery dapat dikembangkan menjadi ruang publik yang inklusif, edukatif, kreatif, sekaligus memperkuat identitas Kota Ternate sebagai kota pusaka," jelasnya.

Dr. Abdul Kadir, menyebutkan transformasi city gallery sangat relevan dengan Ternate, yang memiliki sejarah panjang, dan kekayaan warisan budaya.

Keberadaan city gallery, diharapkan tidak hanya menjadi tempat memamerkan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang interaksi, pembelajaran, kreativitas, dan partisipasi masyarakat.

Ia menambahkan, panitia terus mematangkan persiapan bersama Pemkot Ternate dan JKPI, mulai dari kesiapan lokasi, materi seminar, narasumber, peserta, hingga teknis pelaksanaan.

"Persiapan terus kami koordinasikan, agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, dan memberi manfaat luas bagi pelestarian kota pusaka," tambahnya.

Melalui seminar ini, Kepala LPMPP Unkhair, Dr. Abdul Kadir, berharap lahir rekomendasi strategis untuk mendukung pengembangan city gallery dan memperkuat Ternate sebagai kota pusaka yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. (*) 

Laporan: Chessa |Editor: Polo |Foto: Istimwa