28 Aug 2026 Humas News Read 11 times

Unkhair dan Harita Nickel Perkuat Kolaborasi Pendidikan hingga Pemberdayaan Masyarakat

Unkhair dan Harita Nickel Perkuat Kolaborasi Pendidikan hingga Pemberdayaan Masyarakat

UNKHAIR, Universitas Khairun (Unkhair) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel memperkuat kemitraan untuk mendorong pembangunan berdampak bagi masyarakat Maluku Utara.

Kolaborasi itu mencakup bidang pendidikan, penelitian dan pembelajaran, sosial kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan dan konservasi lingkungan hidup.

Nota Kesepahaman (MoU) antara Unkhair dan Harita Nickel pada kegiatan Temu Sinergi Harita Nickel bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara di Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, Kamis (27/8/2026).

Penandatanganan kesepahaman kerja sama dilakukan oleh Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M, dan Direktur Utama Harita Nickel, Roy Arman Arfandy. Prosesi itu turut didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Unkhair, Hi. Jamal Hi. Arsyad, S.H., M.H.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mempertemukan sumber daya yang dimiliki kedua pihak, sekaligus memperkuat jejaring kemitraan dengan alumni dan pemangku kepentingan lainnya.

Kesepahaman itu, Unkhair dan Harita Nickel sepakat meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kapasitas pengelolaan potensi sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak.

Kolaborasi juga mencakup pengembangan akademik, riset, program pembelajaran, pemberdayaan dan pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan pengelolaan dan konservasi lingkungan hidup.

Secara khusus, kerja sama ini bagian dari implementasi program sosial, kemasyarakatan, dan lingkungan hidup Harita Nickel melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), terutama di sekitar wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.

Rektor Unkhair Prof. Abdullah W. Jabid mengatakan, kerja sama dengan Harita Nickel harus diarahkan pada program yang memiliki manfaat nyata, baik bagi masyarakat maupun pengembangan daerah.

Menurut Prof. Abdullah, perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik, pengetahuan, tenaga ahli, mahasiswa, dan jejaring alumni yang dapat dioptimalkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan.

"Kerja sama ini kami arahkan agar sumber daya yang dimiliki Unkhair dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, pengembangan daerah, serta penguatan pendidikan dan penelitian yang memiliki dampak nyata," ujar Prof. Abdullah.

Ia menjelaskan, kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia usaha tidak seharusnya berhenti pada penandatanganan dokumen. Sebaliknya, kesepahaman tersebut harus diterjemahkan ke dalam program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

"Unkhair ingin membangun kerja sama yang tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berlanjut dalam program yang konkret, terukur, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung kemajuan daerah," katanya.

Prof. Abdullah menilai, kolaborasi juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengenai Kerja Sama Berdampak.

"Karena itu, implementasinya harus benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah," ujar Prof. Abdullah.

MoU Unkhair dan Harita Nickel, bagian dari rangkaian Temu Sinergi Harita Nickel bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Pada kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan prasasti dan peresmian simbolis empat jembatan hasil kolaborasi bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI). Keempat jembatan tersebut yakni Jembatan Gantung Dodoku Horikiwo di Desa Bobo serta Jembatan Rijang, Jembatan Dial, dan Jembatan Merah Putih Sungai Doko di Desa Gambaru.

Harita Nickel juga meresmikan gerai UMKM binaan di Kantor Gubernur Maluku Utara. Selain itu, dilakukan penyerahan dua truk sampah untuk Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan serta kapal penampung ikan berkapasitas 10 GT kepada kelompok nelayan Soligi.

Direktur Utama Harita Nickel, Roy Arman Arfandy, mengatakan perusahaan berkomitmen membangun kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung kemajuan masyarakat Maluku Utara. 

"Bagi Harita Nickel, Maluku Utara adalah rumah tempat kami tumbuh dan membangun masa depan bersama. Ukuran keberhasilan keberlanjutan kami bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi, melainkan sejauh mana kemajuan ini mampu mendekatkan pelayanan, membuka kesempatan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Roy.

Kerja sama Unkhair dan Harita Nickel, Roy berharap, salah satu bentuk kolaborasi lintas sektor yang menghubungkan kekuatan akademik, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat untuk menghasilkan program pembangunan yang lebih relevan dan berkelanjutan. (*)

Laporan: Mances |Editor: Polo |Foto: Chessa