08 Oct 2026 Humas News Read 41 times

Unkhair Bikin Kuliah Tamu Bahas Strategi Jejaring Kemitraan Dalam dan Luar Negeri

Unkhair Bikin Kuliah Tamu Bahas Strategi Jejaring Kemitraan Dalam dan Luar Negeri

UNKHAIR, Universitas Khairun (Unkhair) memperkuat strategi jejaring kemitraan dalam dan luar negeri melalui kuliah tamu Aula Nuku, Gedung Rektorat, Kampus II Unkhair, Kamis (8/10/2026).

Kuliah tamu bartajuk“Strategi Jejaring Kemitraan Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri”.

Kegiatan menghadirkan Guru Besar Bidang Hukum dan Kesejahteraan Sosial Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Prof. Heru Susetyo, S.H., LL.M., M.Si., M.Ag., Ph.D.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unkhair, Hi. Jamal Hi. Arsyad, S.H., M.H, dalam sambutannya, menyampaikan jejaring kemitraan menjadi instrumen penting untuk memperkuat posisi Unkhair di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin dinamis. 

Menurut Jamal, keberhasilan kerja sama tidak cukup diukur dari banyaknya MoU yang ditandatangani. Setiap kemitraan harus diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat bagi kampus, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat.

“Kerja sama harus dibangun untuk saling menguatkan, saling berbagi, dan menghasilkan manfaat yang nyata. Jejaring yang kuat akan membuka lebih banyak peluang bagi Unkhair untuk berkembang dan meningkatkan kualitasnya,” ujarnya.

Prof. Heru Susetyo, mendorong Unkhair, memperluas kolaborasi akademik untuk meningkatkan kapasitas sivitas akademika. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, publikasi ilmiah, seminar internasional, hingga pengembangan kompetensi dosen.

Menurut Prof. Heru, jejaring memungkinkan perguruan tinggi berbagi pengetahuan, pengalaman, sumber daya, dan informasi. Dari jejaring tersebut, peluang untuk melahirkan program bersama juga semakin terbuka.

“Kita tidak mungkin melakukan semuanya sendiri. Karena itu, jejaring menjadi sangat penting. Dari jejaring inilah lahir kerja sama,” katanya.

Penguatan kemitraan Unkhair juga diarahkan ke tingkat internasional melalui student exchange, academic mobility, joint research, joint publication, seminar internasional, serta program pengembangan kapasitas sivitas akademika.

Prof. Heru, mengingatkan agar setiap kemitraan dibangun berdasarkan potensi dan kebutuhan masing-masing pihak. Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar kerja sama tidak berhenti pada dokumen perjanjian.

Sebagai perguruan tinggi di wilayah kepulauan, Unkhair memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi, mulai dari pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknologi, kewirausahaan, penelitian, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Guru Besar Bidang Hukum dan Kesejahteraan Sosial FH UI itu menegaskan, keberhasilan kemitraan tidak cukup diukur dari jumlah MoU atau perjanjian kerja sama yang dimiliki perguruan tinggi.

“Yang lebih penting adalah bagaimana kerja sama itu diimplementasikan dan memberikan dampak,” tuturnya.

Karena itu, unit kerja di lingkungan Unkhair didorong lebih aktif mengidentifikasi calon mitra dan mengembangkan kerja sama sesuai kebutuhan fakultas, program studi, lembaga, maupun universitas. (*) 

Laporan: Chessa | Editor: Polo | Foto: Fai