22 Jul 2026 Humas News Read 12 times Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat, FKIK Unkhair Gelar Penyuluhan Pencegahan Virus Nipah UNKHAIR, Edukasi mengenai Virus Nipah dinilai penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit zoonosis yang berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius. Meski hingga kini Indonesia belum melaporkan adanya kasus infeksi, upaya sosialisasi dan edukasi terus didorong sebagai langkah pencegahan dini. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Khairun (Unkhair) yang melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Kegiatan bertema "Penyuluhan Pencegahan Penyakit Virus Nipah sebagai Upaya Peningkatan Kewaspadaan Masyarakat di Kelurahan Tabam Kota Ternate,' itu digelar di SD Negeri 49 Kelurahan Tabam, Rabu (22/7/2026). Penyuluhan menghadirkan Tim PKM FKIK Unkhair, yakni dr. Tuthanurani Nachrawy, M.Kes. bersama Siti Nur Ashilah Said sebagai narasumber. dr. Tuthanurani mengatakan, meski Indonesia belum melaporkan adanya kasus Virus Nipah, masyarakat perlu dibekali pengetahuan sejak dini agar lebih siap menghadapi potensi kemunculan penyakit tersebut di masa mendatang. "Melalui penyuluhan ini kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Virus Nipah, mulai dari cara penularan, gejala yang perlu diwaspadai, hingga langkah-langkah pencegahannya sehingga masyarakat lebih siap apabila sewaktu-waktu menghadapi potensi ancaman penyakit," ujarnya. Ia berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kelurahan Tabam terhadap pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis, sekaligus mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, edukasi kesehatan semacam ini diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman penyakit menular di masa depan. Menurut dr. Tuthanurani, penyuluhan ini merupakan wujud nyata pengabdian FKIK Unkhair bersama mahasiswa KKN Tematik dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan kepada masyarakat. "Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat guna mendukung upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," katanya. Sementara, Siti Nur Ashilah Said memaparkan karakteristik Virus Nipah, jalur penularan dari hewan ke manusia, gejala yang perlu diwaspadai, kelompok berisiko tinggi, serta berbagai langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat. Peserta juga diedukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan makanan dan minuman, menghindari konsumsi buah maupun nira yang diduga terkontaminasi, membatasi kontak dengan hewan yang sakit, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala setelah melakukan kontak dengan sumber penularan. Guna mengukur tingkat pemahaman peserta, tim PKM melaksanakan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah kegiatan berakhir. "Hasil evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya tim untuk mengukur efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan Virus Nipah," jelasnya. Selama penyuluhan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penularan, langkah pencegahan, hingga penanganan apabila ditemukan dugaan kasus infeksi Virus Nipah. Antusias itu menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap informasi kesehatan, khususnya terkait penyakit menular. (*) Penulis: Polo |Foto PKM FKIK Unkhair