20 Aug 2026 Humas Berita Dibaca 38 kali Tingkatkan Kepedulian Kesehatan Mental, UPA BK Unkhair Gelar Pelatihan Konseling Sebaya UNKHAIR, Unit Pelaksana Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA BK) Universitas Khairun (Unkhair) mengadakan Pelatihan Konseling Sebaya bagi mahasiswa lintas perguruan tinggi di Kota Ternate. Pelatihan perdana ini diikuti 100 mahasiswa dari Unkhair, dan sejumlah perguruan tinggi se-Kota Ternate di Aula Nuku, Kampus II Unkhair, Kamis (20/8/2026). Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair, Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si, mengapresiasi langkah UPA BK menghadirkan wadah bagi mahasiswa untuk belajar memberikan dukungan awal kepada teman sebaya. Ia berharap, pelatihan konseling sebaya dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin untuk mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa. Dr. Hasan, mengatakan persoalan psikologis mahasiswa tidak selalu mudah dikenali. Menurutnya, teman sebaya dapat berperan sebagai pendengar yang mampu memberikan perhatian ketika seseorang menghadapi persoalan. Tekanan akademik, persoalan relasi, hingga masalah pribadi, kata Dr. Hasan, dapat memengaruhi kondisi psikologis mahasiswa. Karena itu, diperlukan ruang aman agar mahasiswa dapat bercerita sebelum masalah berkembang lebih serius. "Minimal dengarlah. Setiap kita pasti punya teman yang sangat akrab dan tidak akan membongkar rahasia. Ketika ada teman yang curhat atau menyampaikan sesuatu yang membutuhkan perhatian, kita harus bisa mendengarkan," katanya. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan media sosial dan teknologi sebagai satu-satunya tempat mencari dukungan ketika menghadapi masalah. "Jangan karena kemajuan teknologi lupa dengan orang di sebelah kiri dan kanan kita. Kita masih membutuhkan sentuhan dan kehadiran teman," ucapnya. Menurut Dr. Hasan, konseling sebaya relevan dengan tantangan akademik mahasiswa. Penerapan aturan akademik yang semakin ketat perlu diimbangi dengan deteksi dini terhadap mahasiswa yang mengalami tekanan. "Harapannya, kita bisa mendeteksi lebih awal jika ada persoalan atau gangguan psikologis sehingga mahasiswa dapat memperoleh pendampingan," katanya. Dr. Hasan, menambahkan kader konselor sebaya nantinya dapat membantu kampus mengenali perubahan perilaku mahasiswa, termasuk mereka yang mulai menarik diri dari lingkungan sosial atau mengalami kesulitan akademik. Kepala UPA BK Unkhair, Dr. Andi Agustan Arifin, S.Pd., M.Pd, mengatakan pelatihan ini merupakan program perdana untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan sivitas akademika. Peserta dibekali keterampilan komunikasi konseling, empati, literasi kesehatan mental, dan pemecahan masalah. Materi tersebut diarahkan agar mahasiswa mampu menjadi pendengar efektif dan memberikan dukungan emosional awal. "Pasca pelatihan ini, kami berharap dapat terbentuk kader konselor sebaya yang sigap dan responsif di tengah mahasiswa. Mereka menjadi perpanjangan tangan dari layanan bimbingan dan konseling profesional yang ada di kampus,” harapnya. Pelatihan menghadirkan Fiki Febrian Dwi Prasetya, S.Pd., M.Psi., Kons, dan Novi Elisadevi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, sebagai pemateri dari bidang psikologi dan konseling. Peserta mendapatkan materi mengenai komunikasi empatik, literasi kesehatan mental, pendampingan tanpa menghakimi, serta strategi penyelesaian masalah. Selain menjadi pendengar bagi teman sebaya, peserta juga dibekali pemahaman mengenai batas kewenangan konselor sebaya. Persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan diarahkan kepada konselor atau tenaga profesional. Melalui program ini, UPA BK Unkhair menargetkan terbentuknya jejaring mahasiswa yang peka terhadap kondisi teman di sekitarnya. Konselor sebaya diharapkan mampu mengenali tanda awal tekanan psikologis dan membantu teman memperoleh layanan yang sesuai. (*) Laporan: Fai |Editor: Polo |Foto: Fai