16 Jul 2026 Humas Berita Dibaca 46 kali

Teken PKS ATM, Rektor Unkhair Minta BNI Perhatikan Antrian Pembayaran UKT

Teken PKS ATM, Rektor Unkhair Minta BNI Perhatikan Antrian Pembayaran UKT

UNKHAIR, Universitas Khairun (Unkhair) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Ternate memperkuat kerja sama layanan perbankan melalui penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) lahan mesin ATM.

PKS berlangsung di Ruang Rektor Unkhair, Lt. III Gedung Rektorat, Kampus II Gambesi, Ternate, Kamis (16/7/2026).

Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M, menandatangani PKS bersama perwakilan BNI, yakni Mohamad Afwan Kobi dan Suhariono Sudiono dari Assistant Logistic.

Perjanjian itu, Unkhair menyediakan lahan di area parkir Kampus II Gambesi untuk pembangunan ruang ATM BNI berukuran 1,75 x 2 meter yang berlokasi di Jalan Pertamina, Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.

PKS berlaku selama tiga tahun, terhitung mulai 1 September 2026 hingga 31 Agustus 2029, dengan opsi perpanjangan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

Rektor Unkhair, Prof. Abdullah W. Jabid, menjelaskan kehadiran ATM BNI di kampus merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada sivitas akademika, terutama mahasiswa.

Menurut Rektor, BNI selama ini menjadi mitra strategis Unkhair, termasuk dalam penyaluran gaji dosen dan tenaga kependidikan (Tendik).

Prof. Abdullah W. Jabid, berharap pelayanan perbankan kepada mahasiswa terus ditingkatkan, khususnya pada masa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang biasanya memicu antrian panjang.

"Mahasiswa kami sebagian besar berasal dari berbagai pulau di Maluku Utara. Karena itu pelayanan perbankan harus semakin mudah diakses agar mereka tidak mengalami kesulitan saat melakukan transaksi," ujarnya.

Rektor juga mendorong optimalisasi layanan digital, seperti ATM dan mobile banking, sebagai alternatif untuk mengurangi kepadatan antrian di kantor layanan.

Meski demikian, Prof. Abdullah W. Jabid mengakui karakter masyarakat Malut, yang memiliki ikatan sosial tinggi membuat sebagian mahasiswa masih memilih datang langsung ke bank saat melakukan transaksi.

"Karakter masyarakat di daerah memang senang bertemu langsung. Karena itu kami berharap pelayanan mahasiswa tetap menjadi perhatian sehingga aktivitas akademik dapat berjalan lancar," harapnya. (*) 

Kontributor: Chessa |Editor: Polo |Foto: Fai