14 Aug 2026 Humas News Read 40 times

Tabligh Akbar dan Santunan Anak Yatim Warnai Dies Natalis ke-62 Unkhair

Tabligh Akbar dan Santunan Anak Yatim Warnai Dies Natalis ke-62 Unkhair

UNKHAIR, Universitas Khairun (Unkhair) mengisi rangkaian Dies Natalis ke-62 dengan Tabligh Akbar dan santunan anak yatim, di Masjid Samil Djahir Unkhair, Ternate, Jumat (14/8/2026).

Tabligh Akbar, menghadirkan penceramah, Al-Ustadz Rusdi Ibrahim, Lc., MA.

Mengangkat tema "Intelektual Beradab, Kampus Bermartabat: Mewujudkan Generasi Unggul Berkarakter Qur’ani," ini turut dihadiri anak-anak yatim dari Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.

Wakil Rektor Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si, Wakil Rektor II Dr. Irfan Zamzam, S.E., M.Sc., Ak., CA., CFA, dan Wakil Rektor III Hi. Jamal Hi. Arsad, S.H., M.H, hadir bersama pimpinan fakultas, dan civitas akademika Unkhair.

Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M, mengajak civitas akademika memastikan ilmu tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi memberi manfaat bagi masyarakat.

"Sudah sejauh mana ilmu yang kita miliki memberikan manfaat kepada sesama? Kemudian, sudah sejauh manakah kampus ini menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat?" tanya Prof. Abdullah.

Perguruan tinggi, kata Prof. Abdullah, memiliki tanggung jawab membentuk manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan beradab. Karena itu, tema Dies Natalis ke-62 diarahkan pada pembentukan generasi berkarakter Qur’ani.

"Kecerdasan tanpa adab akan kehilangan arah. Ilmu tanpa akhlak akan kehilangan makna, dan kemajuan tanpa kepedulian akan kehilangan nilai kemanusiaan," ujarnya. 

Prof. Abdullah menyebutkan, kampus harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga kepekaan sosial. Karena itu, santunan anak yatim menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Unkhair terhadap lingkungan sekitar.

Santunan, tambah Prof. Abdullah, bukan sekadar pemberian materi. Ada pesan kasih sayang, perhatian, dan persaudaraan yang ingin disampaikan kepada anak-anak yatim.

"Kita ingin anak-anak ini merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Mereka adalah bagian dari masyarakat, keluarga besar bangsa ini, dan bagi Unkhair, mereka adalah bagian dari kepedulian kita," katanya.

Prof. Abdullah, juga mengingatkan civitas akademika bahwa kepedulian terhadap anak yatim sejalan dengan upaya membangun karakter Qur’ani di lingkungan Unkhair.

Kepada anak-anak penerima santunan, Prof. Abdullah, berpesan agar tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang untuk bermimpi dan terus belajar meraih cita-cita.

"Boleh jadi hari ini kalian menerima santunan, suatu hari nanti justru kalianlah yang berdiri di depan ini menjadi orang sukses, pemimpin, ilmuwan, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat," ucapnya.

Ustaz Rusdi Ibrahim, Lc., MA, dalam tausiah, menekankan, pentingnya membangun generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu, dan nilai keagamaan.

Kampus bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan, tapi ruang untuk membentuk karakter.

Ustadz Rusdi, menyebut, ada tiga unsur penting dalam membangun generasi Qur’ani, yakni iman, ibadah, dan akhlak. 

Menurutnya, iman menjadi dasar, ibadah sebagai bentuk penghambaan, sedangkan akhlak menjadi cermin nilai yang diterapkan dalam kehidupan.

Iman, kata Ustadz menjadi dasar, ibadah sebagai bentuk penghambaan, sedangkan akhlak menjadi cermin nilai dalam kehidupan. 

Ustadz Rusdi, juga mengajak mahasiswa menjaga salat, mendekatkan diri dengan masjid, dan bersungguh-sungguh menuntut ilmu dengan kesabaran.

"Menjaga ucapan, mudah memaafkan, serta menjaga kehormatan diri sebagai bagian dari karakter generasi Qur’ani,"tuturnya.

Diakhir rangkaian dies Natalis, Rektor Unkhair Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, Ketua DPW Unkhair, Ny. Lasmiyati Abdullah W. Jabid, S. Si., ME, bersama para wakil rektor, dan pimpinan fakultas turut menyerahkan santunan. (*) 

Laporan: Chessa |Editor: Polo |Foto: Chessa