24 Sep 2026 Humas Berita Dibaca 41 kali

Renstra 2026–2030, FT Unkhair Dorong Hilirisasi Kendaraan Listrik

Renstra 2026–2030, FT Unkhair Dorong Hilirisasi Kendaraan Listrik

UNKHAIR, Fakultas Teknik Universitas Khairun (FT Unkhair) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Rencana Strategis (Renstra) periode 2026–2030 di Aula Nuku, Gedung Rektorat Kampus II Unkhair, Ternate, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan dirangkaikan dengan kuliah tamu tentang pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai untuk wilayah kepulauan, menghadirkan Founder dan CEO Marlip EV, Ir. Masrah Marang, M.M.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair, Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si, mengatakan Renstra FT harus selaras dengan arah pengembangan universitas dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sekaligus mendorong inovasi sesuai karakteristik Maluku Utara.

Menurutnya, FT Unkhair perlu membangun ciri khas berbasis kepulauan melalui riset, purwarupa, hilirisasi, dan kolaborasi lintas disiplin.

"Jangan hanya menghasilkan penelitian, tetapi bagaimana hasil penelitian itu bisa dihilirisasi menjadi produk yang dibutuhkan masyarakat dan industri," ujarnya.

Ia juga mendorong kolaborasi Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri, dan Informatika dalam mengembangkan kendaraan listrik sesuai kebutuhan wilayah kepulauan.

Potensi industri nikel dan baterai di Maluku Utara dinilai dapat memperkuat ekosistem teknologi Unkhair melalui pendidikan, riset, dan pengembangan SDM. Inovasi juga diarahkan pada transportasi darat dan laut dengan memanfaatkan potensi energi lokal.

Dr. Hasan menekankan perlunya kurikulum dan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara etis dan bertanggung jawab.

Dekan FT Unkhair, Ir. Ar. Endah Harisun, S.T., M.T., CRP., IPU., IAI., ASEAN.Eng, mengatakan FGD menjadi bagian dari penyempurnaan Renstra FT Unkhair 2026–2030.

Ia menyebut FT menargetkan visi menjadi fakultas yang unggul, bermutu, dan berdaya saing global melalui pengembangan sains, teknologi, dan seni berbasis kepulauan.

"Renstra ini tidak hanya menjadi dokumen, tetapi menjadi tuntutan dan amanah yang akan kami jalankan hingga empat tahun ke depan," katanya.

Endah mengatakan teknologi kendaraan listrik membuka peluang kolaborasi FT dengan industri melalui magang, riset bersama, dan pengembangan kendaraan sesuai kebutuhan wilayah kepulauan.

Terpisah, Founder dan CEO Marlip EV, Ir. Masrah Marang, memaparkan pengembangan Marlip EV yang dimulai dari fase riset pada 1996 hingga penguatan industri dan produksi massal pada 2026.

Ia menjelaskan, pengembangan kendaraan listrik di Indonesia tidak cukup sekadar mengganti mesin berbahan bakar fosil dengan motor listrik. Teknologi harus disesuaikan dengan karakter wilayah, sumber energi, infrastruktur, dan model bisnis.

Konsep yang ditawarkan mencakup land EV, marine EV, dan light EV, mulai dari microbus, pickup, kendaraan logistik, ambulans, kapal penumpang, kapal nelayan hingga kendaraan utilitas.

Untuk Maluku Utara, pengembangan kendaraan listrik perlu menyesuaikan karakter kepulauan, korosi air laut, suhu tropis, topografi, serta ketersediaan energi dan fasilitas pengisian daya.

Masrah juga menawarkan kolaborasi lintas program studi. Teknik Mesin menangani chassis dan sistem mekanik, Teknik Elektro pada baterai dan sistem tenaga, Teknik Industri pada proses produksi dan rantai pasok, sementara Informatika mengembangkan IoT, telematika, pengelolaan data, dan aplikasi digital.

"Tidak ada satu jurusan yang dapat membangun EV sendirian," demikian salah satu poin dalam materi yang disampaikan.

Ia memperkenalkan konsep Island EV Living Lab di Unkhair yang mencakup kendaraan listrik kampus, kendaraan logistik UMKM, serta kapal listrik untuk transportasi antarpulau dan nelayan. Konsep ini dikembangkan dari tahap ide hingga pemasaran melalui kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan pasar.

Di sela-sela kegiatan, FT Unkhair jalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat. Kerja sama tersebut berfokus pada peningkatan kualitas SDM melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (*)

Laporan: Chessa | Editor: Polo | Foto: Fai