14 Jul 2026 Humas Berita Dibaca 21 kali PKM Unkhair Bimbing Warga Muhajirin Produksi Pupuk Organik Berbasis Trichoderma UNKHAIR,-Di tengah meningkatnya persoalan sampah rumah tangga, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Khairun (Unkhair) menghadirkan pendekatan baru dalam pengelolaan limbah organik melalui teknologi hayati Trichoderma. Bertajuk "Pengolahan Limbah Organik Berbasis Trichoderma Menuju Ekonomi Sirkular,”itu melibatkan masyarakat Kelurahan Muhajirin, Kecamatan Kota Ternate Tengah, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unkhair. Trichoderma merupakan jamur mikroskopis yang berperan sebagai agen hayati untuk mempercepat penguraian limbah organik. Dengan bantuan mikroorganisme ini, limbah rumah tangga seperti sisa makanan dan dedaunan dapat diolah menjadi kompos atau pupuk organik yang lebih bermanfaat bagi tanaman. Ketua Tim PKM Unkhair, Betty Kadir Lahati, S.P., M.Si, Selasa (14/7/2026), menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi Trichoderma menjadi salah satu cara untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah. "Limbah organik tidak harus berakhir sebagai sampah. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah dapat dikembalikan menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat," ujarnya. Menurut Betty, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik, tetapi juga menghadirkan praktik langsung mulai dari pembuatan starter Trichoderma, proses fermentasi limbah, hingga pemanfaatan hasil olahan sebagai pupuk organik. Ia menambahkan, pengolahan limbah berbasis Trichoderma bukan sekadar upaya mengurangi volume sampah yang dibuang, tetapi juga membangun pola produksi yang lebih berkelanjutan. "Limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat masuk kembali ke dalam siklus pemanfaatan, baik untuk tanaman pekarangan maupun kebutuhan pertanian masyarakat," kata Betty, juga merupakan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN Unkhair. Kegiatan itu, mahasiswa KKN Unkhair turut mendampingi masyarakat selama proses edukasi hingga praktik pembuatan komposter sederhana berbasis Trichoderma. Pendampingan ini diharapkan membuat teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara mandiri oleh warga setelah program berakhir. Program PKM ini mendapat apresiasi dari Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Muhajirin, Ny. RA. Chadijah. Ia menilai kegiatan tersebut memberi solusi nyata terhadap persoalan limbah rumah tangga, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sementara, narasumber dari komunitas lingkungan Trash Hero, Dr. Muhammad Assgaf, M. Si, menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Menurutnya, perubahan pola pikir menjadi langkah awal agar sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. Kolaborasi antara Tim PKM Unkhair, mahasiswa KKN, pemerintah kelurahan, komunitas lingkungan, dan masyarakat bagian dari upaya membangun ekosistem pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan di Kelurahan Muhajirin. (*) Penulis: Polo |Foto: PKM Unkhair