22 Aug 2026 Humas Berita Dibaca 134 kali

Momen Haru Adik Bawa Foto Wakili Kakaknya Wisuda di Unkhair

Momen Haru Adik Bawa Foto Wakili Kakaknya Wisuda di Unkhair

UNKHAIR, Suasana haru mewarnai Wisuda Periode II Universitas Khairun (Unkhair) di Aula Banau, Kampus I Unkhair, Kelurahan Akehuda, Kota Ternate, Sabtu (22/8/2026).

Di antara 856 wisudawan dan wisudawati yang dikukuhkan, nama Riski Yasim, S.T. menjadi salah satu yang paling mengundang perhatian.

Saat nama Riski dipanggil, bukan dirinya yang maju ke panggung. Rahmat Yasim, adik kandungnya, berjalan membawa bingkai foto sang kakak untuk mewakili penerimaan pengukuhan gelar sarjana.

Riski merupakan wisudawan asal Desa Maba Sangaji, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Ia menjadi satu-satunya lulusan yang tidak dapat hadir mengenakan toga karena telah meninggal dunia akibat laka lantas pada 3 Juni 2026, beberapa bulan sebelum hari wisuda yang dinantikannya.

Ketika Rahmat berjalan menuju panggung, para wisudawan tampak berdiri, dan memberikan tepuk tangan. Namun, sesampainya di atas panggung, Rahmat tak kuasa menahan air mata.

Ia memeluk foto Riski sambil menerima pengukuhan gelar yang seharusnya diberikan langsung kepada sang kakak. Suasana pun berubah haru. Sejumlah wisudawan dan tamu undangan terlihat mengusap air mata.

Momen itu, menjadi pengingat bahwa di balik kemeriahan wisuda, ada keluarga yang harus merayakan keberhasilan sekaligus menerima kehilangan. Di balik kepergian Riski, ada perjuangan keluarga. Ibunya, Amin Ibrahim, bekerja sebagai petugas kebersihan, sedangkan ayah tirinya, Mudar Abdullah, berprofesi sebagai petani.

Dukungan keluarga, turut mengantarkan Riski menyelesaikan studi hingga meraih gelar sarjana. Bagi keluarga, gelar itu bukan sekadar ijazah. Ia menjadi bukti bahwa perjalanan pendidikan Riski telah sampai pada tujuan, meski dirinya tak sempat menyaksikan hari kelulusan.

Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M, menyampaikan atas nama pimpinan dan seluruh sivitas akademika, turut belasungkawa kepada keluarga almarhum.

“Semoga almarhum Riski Yasim memperoleh ampunan atas segala dosa dan kekhilafannya, diterima seluruh amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.”

Nama Riski tetap dipanggil. Tepuk tangan tetap bergema. Gelar sarjana tetap dikukuhkan. Namun, orang yang seharusnya berdiri di atas panggung telah lebih dahulu pergi. Rahmat kemudian membawa pulang foto sang kakak bersama gelar yang telah diraih.

Bagi keluarga, hari itu bukan hanya tentang kelulusan, tetapi juga tentang mengenang seorang anak yang berhasil menuntaskan perjuangannya, meski tak sempat merayakan keberhasilan tersebut. (*)

Laporan: Aliya |Editor: Polo |Foto: Chessa