14 Jul 2026 Humas News Read 39 times

Maggot BSF, Solusi Inovatif Mahasiswa KKN Unkhair Kelola Limbah Organik

Maggot BSF, Solusi Inovatif Mahasiswa KKN Unkhair Kelola Limbah Organik

UNKHAIR,-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Khairun (Unkhair) menghadirkan inovasi pengelolaan limbah organik melalui teknologi biokonversi Maggot Black Soldier Fly (BSF) di Kelurahan Salahuddin, Kecamatan Ternate Tengah.

Bertajuk "Pengolahan Limbah Organik Menjadi Pupuk Ramah Lingkungan Berbasis Maggot Black Soldier Fly (BSF)," ini upaya mahasiswa bersama masyarakat menciptakan solusi lingkungan berkelanjutan sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular.

Melalui pengabdian, mahasiswa memperkenalkan teknologi pengolahan sampah rumah tangga menjadi produk bernilai manfaat, berupa pupuk organik atau frass yang dapat meningkatkan kesuburan tanah.

Program ini mendapat pendampingan langsung dari DPL KKN Unkhair, Betty Kadir Lahati, S.P., M.Si, juga sebagai Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Unkhair. Pendampingan mencakup tahapan perencanaan, persiapan sarana, edukasi masyarakat, hingga praktik pengolahan limbah berbasis Maggot BSF.

Sekretaris Kelurahan Salahuddin, Nurlaila Usman, mengapresiasi program mahasiswa KKN Unkhair yang dinilai menghadirkan solusi praktis dalam mengatasi persoalan limbah organik di masyarakat.

"Program seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan edukasi sekaligus solusi bagi masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga," ujar Nurlaila Usman, Sabtu (11/7/2026). 

Pada pelaksanaannya, masyarakat diberi pemahaman tentang pemilahan sampah organik, teknik budidaya Maggot BSF, pembuatan media pemeliharaan, hingga pemanfaatan hasil pengolahan menjadi pupuk organik.

Mahasiswa KKN juga mengajak warga melakukan praktik langsung agar teknologi tersebut dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan di lingkungan rumah tangga.

Program ini turut melibatkan sejumlah mitra, yakni pelaku usaha Drs. Amin Muh. Zen dan Kasim Saleh, serta Afrianto Darnis, S.P., M.Si, perwakilan PT Biokonversi Cabang Maluku Utara, yang memberikan materi terkait teknologi pengolahan limbah menggunakan larva BSF.

Betty Kadir Lahati, menjelaskan program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tapi juga menjadi sarana pembelajaran mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung.

"Mahasiswa KKN harus mampu menghadirkan inovasi yang memberikan dampak bagi lingkungan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat," jelasnya.

Antusias masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga aktif mengikuti diskusi dan praktik pengolahan limbah organik berbasis Maggot BSF sebagai alternatif mengurangi sampah sekaligus membuka peluang usaha baru.

Melalui program ini, Betty Kadir Lahati, berharap masyarakat di Kelurahan Salahuddin, dapat mengembangkan pengelolaan limbah organik berbasis Maggot BSF secara berkelanjutan guna mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif. (*)

Penulis: Polo |Foto: Mahasiswa KKN