23 Jul 2026 Humas News Read 50 times DWP Unkhair Gelar Pertemuan Rutin, Bahas Pemanfaatan Sabut Kelapa Jadi Cocopeat untuk Media Tanam UNKHAIR, Pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi cocopeat, media tanam ramah lingkungan bernilai ekonomi, menjadi topik edukasi pada pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (Universitas Khairun (DWP Unkhair). Kegiatan yang diinisiasi Unit Pelaksana (UP) Fakultas Pertanian (Faperta) Unkhair itu berlangsung di Aula Babullah, Gedung Rektorat Kampus II Unkhair, Ternate, Kamis (23/7/2026). Pertemuan rutin kali ini hadirkan pembicara dosen Faperta Unkhair, Nurfadhilah Arif, S.Si., M.Sc, dan Ir. Nurhikmah, S.Hut., M.Hut., IPP. Kedua narasumber memaparkan materi "Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Melalui Penerapan Teknologi Produksi Cocopeat sebagai Media Tanam", yang menyoroti pengolahan sabut kelapa sebagai media tanam bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Ketua DWP Unkhair, Ny. Lasmiyati Abdullah, S.Si., M.E, mengapresiasi Fakultas Pertanian yang mengemas pertemuan rutin dengan materi edukatif. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah kolaborasi antara DWP dan fakultas dalam mendukung pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. "Saya suka kegiatan seperti ini. Rapat rutin bisa dipadukan dengan potensi masing-masing fakultas sehingga Dharma Wanita juga dapat berkolaborasi dalam mendukung program pengabdian dosen," ujarnya. Sesi pemaparan, narasumber menjelaskan, cocopeat merupakan olahan sabut kelapa berbentuk serbuk halus yang efektif sebagai media tanam karena memiliki daya serap air yang tinggi. Selain digunakan sebagai media tanam, cocopeat juga dapat dimanfaatkan untuk penyemaian benih, campuran media tanam, mulsa organik, hingga menjadi alternatif pengganti gambut (peat moss) yang lebih ramah lingkungan. DWP Unkhair, juga turut diperkenalkan dengan tahapan produksi cocopeat, mulai dari pengumpulan limbah sabut kelapa, proses penghancuran, perendaman, pemerasan, pengeringan, hingga pengayakan sebelum siap digunakan sebagai media tanam. Pemateri menilai Maluku Utara memiliki potensi besar mengembangkan cocopeat karena merupakan salah satu daerah penghasil kelapa di Indonesia. Pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai tambah juga dinilai berpotensi membuka peluang usaha baru serta meningkatkan nilai ekonomi komoditas kelapa bagi masyarakat dan petani. (*) Kontributor: Chessa |Editor: Polo |Foto: Chessa