02 Sep 2026 Humas News Read 58 times Dua Prodi Baru Unkhair Masuk Tahap Asesmen LLDIKTI Wilayah XII UNKHAIR, Tim Evaluator Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII melakukan asesmen lapangan di Universitas Khairun (Unkhair) sebagai tahapan pembukaan Program Doktor (S3) Ilmu Pertanian dan Program Sarjana (S1) Ilmu Lingkungan. Asesmen berlangsung di Ruang Kuliah III Gedung Pascasarjana Unkhair, Kampus II Gambesi, Ternate, Rabu (2/9/2026). Tim evaluator dipimpin Prof. Dr. Saiful Deni, S.Ag., M.Si sebagai ketua, didampingi Hanoch M. Hetharia, S.Kom., M.M, dan Rafiqa Sari Anggreni, S.H sebagai anggota. Kegiatan ini dihadiri Kepala LPMPP Unkhair Dr. Abdul Kadir Kamaluddin, S.P., M.Si, Direktur Pascasarjana Dr. Ir. Abdul Gaus, S.T., M.T., IPM, para wakil direktur Pascasarjana, Koordinator Prodi Magister Ilmu Pertanian, serta tim dosen penyusun usulan prodi. Ketua Tim Evaluator LLDIKTI Wilayah XII, Prof. Saiful Deni, mengatakan asesmen lapangan merupakan tahapan untuk memastikan kesiapan dua program studi yang diusulkan Unkhair sesuai dokumen dan standar yang berlaku. "Hari ini kami bertiga hadir untuk memastikan seluruh usulan Program Doktor Ilmu Pertanian dan S1 Ilmu Lingkungan telah sesuai dengan dokumen yang diajukan dan siap diklarifikasi dalam proses asesmen," ujarnya. Ia mengapresiasi langkah Unkhair membuka program studi baru yang dinilai sejalan dengan kebutuhan pengembangan pendidikan tinggi di wilayah kepulauan melalui konsep Archipelagic Education. Prof. Saiful Deni juga menjelaskan pembukaan program studi baru kini semakin kompetitif karena melibatkan perguruan tinggi negeri umum maupun perguruan tinggi keagamaan dalam satu konsorsium di Maluku dan Maluku Utara. Guru besar bidang Ilmu Administrasi, menilai pembukaan program studi baru kini tak cukup hanya mengandalkan kelengkapan dokumen. Perguruan tinggi dituntut mampu memenuhi standar penjaminan mutu dan akreditasi yang terus diperbarui. Ia berpesan, kepada calon ketua program studi dan tim penyusun agar menyiapkan seluruh persyaratan secara matang, termasuk kecukupan dosen, jumlah mahasiswa, serta sistem penjaminan mutu. (*) Liputan: Ina & Naya |Laporan: Acil |Editor: Polo |Foto: Chessa