Perkuat Pengelolaan Perguruan Tinggi, Rektor Unkhair Benchmarking ke Universitas Negeri Makassar

UNKHAIR–Rektor Dr. M. Ridha Ajam, M. Hum dan anggota Senat Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, mengadakan pertemuan dengan Senat Universitas Negeri Makassar (UNM). Benchmarking ini berlangsung di lantai enam Gedung Rektorat, Jumat (30/8/2024), lalu.

Rektor Dr. M. Ridha Ajam, M. Hum, Benchmarking di Universitas Negeri Makassar (Dok. Humas) 

Pertemuan tersebut dhadiri oleh Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Karta Jayadi, M.Sn, Ketua Senat dan anggota UNM, Dr. Resekiani Mas Bakar S.PSi., M.Si, Psikolog. Rektor Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M. Hum, Anggota Senat Unkhair Prof. Dr. Ir. Mufti Amir Sultan.

Rektor Unkhair Dr. M. Ridha Ajam, M. Hum, dalam sambutannya, mengatakan benchmarking di berbagai perguruan tinggi untuk mendapatkan masukan-masukan mengenai bagaimana pengelolaan tinggi, serta bagaimana relasi senat dengan rektor, termasuk rektor di perguruan tinggi lainnya.

Lanjut rektor, terutama bagaimana mendesain aturan-aturan akademik khususnya, agar mendapatkan kemajuan suatu perguruan tinggi.

Dari penjelasan Ketua Senat UNM, Dr. Resekiani Mas Bakar S.PSi., M.Si, Psikolog, menurut rektor, salah satu yang penting adalah memiliki hubungan emosional. Selain benchmarking, Unkhair, juga akan menjalin hubungan dengan UNM dengan tujuan untuk memperluas implementasi kerjasamanya.

Kunjungan ini juga, Kata Rektor, di hadiri para dekan-dekan, untuk dapat menindaklanjuti hal-hal implementatif, agar mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) dari masing-masing perguruan tinggi.

“Tentu saja, kami ingin adanya kunjungan ini ada dokumen-dokumen terbaru, terkait dengan akademik untuk bisa di sharing, dan memperkuat proses Tridharma Perguruan Tinggi Unkhair”, ujar rektor.

Kesempatan itu, Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Karta Jayadi M.Sn, menyampaikan, dalam sejarah panjang antara gugusan di Kepulauan Maluku Utara dengan Makassar sudah ada sejak dulu.

“Seperti Ibu Ketua Senat menyampaikan dari Kota Pala, dan Kota Gememaria, memiliki rempah-rempah, tetapi itu juga mau di revitalisasi, dan diaktualisasi kembali oleh semenanjung Malaysia dari Johor dan sekitarnya.

Kata rektor, saat itu kerja sama dilakukan untuk menempati titik-titik dari perdagangan tertentu, termasuk di dalamnya Universitas Khairun Ternate,” jelas rektor UNM.

“Kenapa saya sampaikan itu, saya berpikir ini adalah unsur kesejarahan, jadi generasi baru, atau generasi berikutnya memang dituntut dapat menjalin silaturahmi dan komunikasi melanjutkan sejarah panjang yang ada,” cetusnya. (Kehumasan)* Laporan; Mances dari Makassar.