Unkhair Jadi Tuan Rumah Kuliah Umum Kemenlu RI, Diikuti 38 Perguruan Tinggi Se-Indonesia

UNKHAIR–Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, kembali dipercayakan sebagai tuan rumah Kuliah Umum Politik Luat Negeri yang diikuti 38 Perguruan Tinggi se-Indonesia. Kuliah umum ini diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI).

Rektor Unkhair Dr. M. Ridha Ajam, M. Hum Membuka Kuliah Umum Kemenlu RI di 38 Provinsi di Aula Nuku (Dok. Humas)

Berlangsung secara virtual di Aula Nuku Gedung Rektorat, Kampus II Unkhair, Gambesi Kota Ternate Selatan, Selasa (20/8/2024).

Rektor Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M. Hum, membuka sacara resmi Kuliah Umum diplomasi politik luar negeri, khususnya kalangan akademisi dengan topik “10 Tahun Perjalanan Diplomasi Indonesia”. Sekaligus dalam rangka perayaan HUT ke-79 Republik Indonesia.

Kuliah umum menghadirkan pembicara, yakni Diplomat Ahli Muda Sekretariat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler WN Kementerian Luar Negeri, Nurul Dewi Saraswati, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unkhair, Muhsin N Baylussy, SE., M. Si, dan Dekan Fakultas Hukum (FH) Unkhair, Jamal H. Arsyad, SH., MH.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno L. P. Marsudi, dalam sambutannya melalui via zoom, mengatakan kuliah umum serentak ini dilakukan dalam rangka mendekatkan kebijakan politik luar negeri dengan para mahasiswa dan civitas akademika.

“Dari tahun ke tahun tantangan pelaksanaan politik luar negeri bukan semakin mudah, tapi makin perih karena semakin lama tantangan dunia semakin banyak, dan kini dunia sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Sambutan Menteri Luar Negeri RI Retno L. P. Marsudi (Dok. Humas)

Menurutnya, persaingan tajam antara negara besar semakin mengacoh, ini telah menyebabkan kesurupan lebih besar bagi dunia untuk membiasakan tantangan dan masalahnya.

“Negara dunia juga tidak menghormati hukum internasional secara konsisten, seandainya semua negara dunia menghormati hukum internasional secara konsisten otomatis Palestina sudah merdeka. Tak ada lokus, 40 ribu orang terbunuh secara berjasah dalam 10 bulan terakhir,” terangnya.

Kata Kemenlu, sebaliknya seandainya semua negara dunia menghormati hukum internasional secara konsisten, maka israel sudah akan di tuntut tanggung jawabnya.

“Banyak negara, termasuk Indonesia telah berusaha sekuat tenaga agar genjatan senjata segera dilakukan. Bantuan kemanusiaan di jalur Gaza dapat disalurkan”, ungkapnya.

Kemenlu menilai, para pemegang sektor di Dewan Keamanan PBB seharusnya memiliki hati dan keberanian berada di sisi secara benar. Situasi tidak demikian, tumbuh rifalitas yang tajam membuat upaya penyelesaian isu Palestina masih sulit.

Narasumber Kuliah Umum, Nurul Dewi Saraswati Kemenlu RI, Dekan FEB Muhsin N Baylussy, SE., M. Si, serta Dekan Fakultas Hukum, Jamal H. Arsyad, SH., MH (Dok. Humas) 

Lebih lanjut, tambah Kemenlu sebagai satu bangsa, Indonesia patut berbangga, berani mengambil sikap membela perjuangan bangsa Palestina. Sikap pemerintah sepenuhnya mencerminkan sikap rakyat Indonesia, dan tak mudah bersikap benar secara konsisten.

Rektor Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M. Hum, dalam sambutannya, mengatakan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri RI, memilih Unkhair tempat untuk share informasi terkait perlindungan terhadap warga negera Indonesia (WNI) di luar negeri.

Hadirnya Kemenlu RI, bagi rektor tidak sekedar membicarakan tentang fakta-fakta yang ada, tapi juga sejumlah pengalaman di luar negeri.

Melalui kuliah umum ini, rektor berharap semoga informasi yang disampaikan, dapat membuka wawasan mahasiswa dari perspektif tentang bagaimanan bekerja di luar negeri, maupun terutama tugas pemerintah. (Kehumasan)*