BNPT RI dan FKPT Malut Audiensi di Unkhair, Bahas Pembentukan Kampus Kebangsaan

UNKHAIR—Direktorat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) dan Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Maluku Utara (FKPT-Malut), lakukan audiensi  pratinjau Kampus Kebangsaan di Universitas Khairun (Unkhair), Ternate.

Warek, Bidang Akademik, Dr. Hasan Hamid, M. Si, Tengah, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Kolonel (Sus) Harianto, Samping Kanan, dan di Kiri, Ketua FKPT Malut, H. Hidayatussalam, SH., MH (Dok. Humas).

BNPT bersama rombongan lakukan audiensi, membahas mengenai pencegahan radikalisme dan  terorisme. Berlangsung di Lantai 3, Ruang Senat Gedung Rektorat, Kampus 2 Kecamatan Ternate Selatan, Jumat, (31/5/2024).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Kolonel (Sus) Harianto, Ketua FKPT Malut, H. Hidayatussalam, SH., MH, beserta rombongan.

Wakil Rektor, Bidang Akademik, Dr. Hasan Hamid, M. Si, Wakil Rektor, Bidang Kerja sama, Kemahasiswaan dan Alumni, Abdul Kadir Kamaluddin, SP., M. Si.

Ketua LPPM Prof. Dr. Sundari, S.Pd., M.Pd, Ketua LP3M Dr. Abdul Gaus, ST., MT, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan, Nur Dewi Rizka, SP., M.Pd, Dekan, dan Wakil Dekan di Lingkup Universitas Khairun.

Warek I Unkhair, Dr. Hasan Hamid, M. Si, dalam sambutannya, menyambut baik audiensi BNPT beserta rombongan, dan ucapan terimakasih Unkhair, menjadi salah satu tujuan dari kegiatan ini.

BNPT dan FKPT Gelar Audiensi Pratinjau Kampus Kebangsaan di Ruang Senat Gedung Rektorat, Unkhair (Dok. Humas)

Berharap, melalui kegiatan ini, memberikan informasi sangat berharga bagi Unkhair, sehingga menjadi mata rantai untuk menjaga regenerasi, dan memiliki tanggung jawab memanusiakan manusia.

Warek, juga mengenalkan, sejak 1964, Unkhair di dirikan oleh salah satunya, Alm. Prof. Dr. Baharuddin Lopa, berubah status negeri tahun 2004 hingga kini student body di atas 15 ribu, berjumlah 8 fakultas, satu Pascasarjana, dan 52 Program Studi, dan sebanyak 700-an dosen.

“Dari jumlah tersebut, semoga bahaya laten ini tidak akan terjadi di Unkhair, dan perlu di waspadai bersama,“ ujarnya.

Menghindari bahaya laten tersebut, Unkhair mewajibkan bagi mahasiswa baru mengikuti materi khusus, yakni pencegahan radikalisme, terorisme, narkoba dan kekerasan seksual.

Maluku Utara berbasis kepulauan, dan kemajemukan, baik suku, bahasa, serta budaya layak mendorong  pembentukan kampus kebangsaan di Unkhair.

Bisa di bayangkan daerah yang sangat dekat,  misalnya Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan, juga memiliki perbedaan bahasa, sehingga perlu program-program pencegahan, “tambah Warek.

Audiensi Bahas Radikalisme, dan Terorisme Berlangsung di Lantai 3 Ruang Senat (Dok. Humas)

Kasubdit (Sus) Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Kolonel Harianto, menjelaskan kampus kebangsaan merupakan program hasil dari Rakernas 2024, yang merupakan salah satu program prioritas dari BNPT RI.

“Adanya konsep kampus kebangsaan ini kami yakin bahwa program ini bisa menjadi sinergi, antara Unkhair dan BNPT,” ujarnya.

Melalui kampus kebangsaan, untuk mencegah radikalisme dan  terorisme, sekaligus tidak memapar putra putri generasi penerus bangsa. Di sisi lain, tujuannya kegiatan ini, selain silahturahmi, juga upaya menerima dan mewadahi penguatan dalam rangka pembentukan kampus kebangsaan.

Menurutnya, Unkhair juga menerima, dan menyambut baik program  audiensi pratinjau kampus kebangsaan yang diselenggarakan BNPT.

“Lebih lanjut, kami berharap Unkhair  bisa menjadi pilot  Project program ini di Provinsi Maluku Utara,”katanya.

Harapannya, adanya sinergi kampus kebangsaan akan memberikan upaya terhadap pencegahan, maupun penanggulangan radikalisme, dan  kekerasan yang mengarah kepada terorisme.

Foto Bersama Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Kolonel (Sus) Harianto, Ketua FKPT Malut, H. Hidayatussalam, SH., MH, beserta rombongan, dan Pimpinan  Unkhair (Dok. Humas)

“Diharapkan kepada semua civitas akademik Unkhair, terutama mahasiswa ketika mengeksplorasi kemampuan, dan ilmu pengetahuan yang ia miliki tetap mengarah kepada cinta tanah air, “ tutupnya. (Tim Humas) Foto; Chessa