Kuliah Umum Fakultas Pertanian Unkhair, Bahas Isu Zero Food Waste

UNKHAIR-Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair), Ternate kembali menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Sustainable Agriculture and Zero Food Waste Concept”. Kuliah umum tersebut menghadirkan Pavalee Chompoorat Tridtitanakiat. Ph.D, Chiang Mai University (CMU), Thailand, dan Erni Soia Murtini, STP., MP., Ph.D, dari Faculty of Agriculture Technology Brawijaya University, Malang.

Kuliah Umum Fakultas Pertanian di Lantai 4 Aula Nuku (Dok. Humas)

Kegiatan itu terbuka bagi seluruh sivitas akademika Universitas Khairun, yang berlangsung Senin, (27/5/2024) di Lantai 4, Aulla Nuku, Kampus II Gambesi, Kota Ternate Selatan.

Dekan Fakultas Pertanian Unkhair, Ir. Lily Ishak, M.Si.,M.Nat. Res,. Ph.D, dalam sambutannya, menyampaikan general lecture (Kuliah Umum), kebutulan menjadi narasumber utama dari peserta konferensi international yang diselenggarakan oleh Pascasarjana Unkhair.

Menurutnya, kebetulan ke dua narasumber memiliki background di bidang pertanian, terutama dalam teknologi pangan, yakni Pavalee Chompoorat Tridtitanakiat. Ph.D, Chiang Mai University (CMU), Thailand, dan Erni Soia Murtini, STP., MP., Ph.D, dari Faculty of Agriculture Technology Brawijaya University, Malang.

Dekan menyebutnya sesuai dengan bidang keilmuan pada Fakultas Pertanian Unkhair, sehingga diharapkan dapat membagi pengetahuan, maupun pengalaman mengenai konsep pertanian berkelanjutan dan konsep pangan zero (nol).

Terimakasih kepada ke dua narasumber sudah sharing informasi kepada mahasiswa Universitas Khairun. Semoga limbah konsep pangan nol yang disampaikan dapat menambah pengetahuan mahasiswa, karena masih menjadi isu kini, Indonesia, khususnya Provinsi Maluku Utara.

Pemaparan Materi Pavalee Chompoorat Tridtitanakiat. Ph.D, Chiang Mai University (CMU), Thailand, dan Erni Soia Murtini, STP., MP., Ph.D, dari Faculty of Agriculture Technology Brawijaya University, Malang (Dok. Humas)

Masih banyak dari kita yang membuang sisa makanan, padahal itu limbah. Sementara di Thailand, wilayah Chiang Mai, limbah pangan sudah diolah menjadi pupuk, dan pakan ternak.

Dekan berharap, adanya shering pengetahuan ini, dapat menginspirasi mahasiswa berpikir lebih jauh ke depan bisa berbuat sesuatu yang bernilai positif dalam rangka memelihara lingkungan.

Faculty of Agriculture Technology Brawijaya University, Malang, Erni Soia Murtini, STP., MP., Ph.D, dalam pemasarannya, menjelaskan 8 Milyar manusia kumpul bareng, dan melakukan hajatan bersama, sehingga harus disediakan banyak makanan.

Kuliah Umum Fakultas Pertanian Bahas Isu Zero Food Waste di Unkhair (Dok. Humas)

Di prediksi, jumlah manusia akan meningkat, dan data menunjukan hingga tahun 2050, sekitar 9,1 Milyar manusia minta makan. Pasalnya, kebutuhan pangan makin meningkat, dan ketersediaan makanan sangat berjasa untuk kelangsungan hidup manusia.

Tingginya permintaan mengakibatkan pertanian kadang-kadang di paksa mencapai hasil produksi yang tinggi, sehingga di beri pupuk kimia, misalnya pestisida sehingga berdampak terhadap kerusakan tanah yang sebelumnya subur, akhirnya produksinya menurun.

Ia menambahakan, tahun mendatang terjadi kerusakan lingkungan, kira-kira apa yang bisa di tanam anak cucu kelak?. Diperlukan sustanable agriculture.

“Di satu sisi juga kita dituntut bijaksana ketika mengkomsumsi sesuatu, agar tidak menghasilkan banyak sampah, dan bagaimana melakukan pertanian yang benar, agar kelak bisa di nikmati anak cucu, “ucapnya. (Editor Tim Humas) Penulis; Fai, Foto; Fai.