UNKHAIR-Mahasiswa Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Khairun (Unkhair), Ternate dengan FKDAS MKR Provinsi Maluku Utara, melakukan penanaman di Kelurahan Tongole, sebagai refleksi akhir tahun 2023.

Ketua FKDAS MKR Malut, Much Hidayah Marasabessy, SP., M. Si, mengungkapkan refleksi akhir tahun 2023, ini mahasiswa Prodi Kehutanan diajak menanam 100 bibit stek MPTS produktif, seperti pohon Mangga, Manggis, Rambutan, dan Durian Montong. Kegiatan ini pararel Menanam Serentak se-indonesia oleh KLKH, dan Malut di pusatkan di Desa Domato Halmahera Barat.
Menurutnya, penanaman di Kelurahan Tongole Kota Ternate, sebagai refleksi akhir tahun oleh Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Moloko Kie Raha (FKDAS MKR) Provinsi Maluku Utara.
Rangkaian kegiatan, mulai dari jelajah hutan rempah Tongole, melintasi areal ex. Onderneiming VOC, parit pertahanan Dai Nippon, Daerah Tangkapan Air (DTA) Ake Tongole (Air Tege-Tege), dan berakhir di Taman Cengkeh Afo Gamalama Spices (CAGS).
Aktifitas jelajah tersebut, lanjutnya penanaman MPTS di seputaran DTA ake tege-tege oleh mahasiswa Prodi Kehutanan Unkhair, sekaligus mengekspose hasil diskusi dari mata kuliah Pengantar Ilmu Pertanian Kepulauan, bertajuk Renpah Pulau Vulkanik.
“Para mahasiswa, juga sebaga Panitia menyiapkan rute jelajah, lubang tanam, distrubusi bibit produktif ke Masyarakat yang berkebun sepanjang daerah hulu air tege-tege, “ujarnya.

Selanjutnya, sembari menikmati makan siang, spesial hidangan rimo-rimo, dan juara Wahid Festival Ubud Internasional 2022, melakukan Diskusi Terfokus menggali potensi dan permasalahan ketahanan Daerah Aliran Sungai (watershed resilience) Pulau Vulkanik.
Hasil diskusi, lahir kesepahaman pengelolaan DAS yang berkelanjutan, pemetaan (mind mapping), Tongole menjadi salah satu lokus ‘babari ofu’ dengan pendekatan pengelolaan hexa-helix stakeholders.
“Tongole menjadi ruang interaksi, dan integrasi program para pihak. Tongole diharapkan menjadi Laboraturium Alam yang dapat dimanfaatkan sebagai lokus pembelajaran, dan kajian secara akademik guna mendukung kebijakan pembangunan yg berkelanjutan”, jelasnya.
Ia menyebut, pelibatan mahasiswa oleh FKDAS MKR, dimaksudkan sebagai bentuk menunjang aktifitas merdeka belajar yang hakiki. Memberikan kesempatan menemukan, dan kenali potensi dari permasalahan di depan mata dalam literasi perjalanan.
Lembar demi lembar berisi datum faktual lapangan menjadi santapan pembanding dengan literasi yang dikonsumsi di ruang kelas, yang kadang harus dipaksakan pada sudut ruang khayal yang sering kali tak terjangkau oleh baseline kognitif mahasiswa.

Mencermati pembahasan diskusi terfokus dari beberapa ekspertis di bidangnya, mulai dari Kehutanan, Klimatologi Terapan, Biologi Konservasi Sumber Daya Alam, Geologist hingga Petani Hutan.
Sementara petani hutan kesehariannya bergelut dengan pengelolaan landscape pulau vulkanik. Dari sinilah, diharapkan memberi insight tentang pengelolaan DAS berkelanjutan dari berbagai aspek.
Ia berharap, momentum ini memberi bekal kepada mahasiswa untuk menemukan permasalahan yang dapat di kaji menjadi tugas akhir, yang tak sekedar gugur kewajiban, tapi memiliki value yang mengisi khasanah data tervalidasi hingga berdampak bagi sekitarnya. (Tim Humas)***

