Unkhair. Rektor Universitas Khairun, Dr. M. Ridha Ajam, M. Hum melepas 143 mahasiswa ke 65 Perguruan Tinggi di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Pelepasan mahasiswa ini dalam rangka mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM3). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Nuku Gedung Rektorat, Jumat, 04 Agustus 2023.
Rektor Dr. M. Ridha Ajam, M. Hum, dalam sambutannya, mengatakan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM- 2) tahun sebelumnya memiliki keunikan dan segudang pengalaman tersendiri. PMM sebanyak 116 mahasiswa Unkhair, dan 130 mahasiswa inbound (masuk) ke Unkhair. Mulai dari pengalaman lapangan, hingga cerita pengalaman mahasiswa PMM2 di bukukan berjudul Unkhair Menolak Semesta Dalam Belajar dan Meluaskan Peran Perguruan Tinggi Pengalaman MBKM di Maluku Utara.
“Yang datang dan pergi memiliki cerita masing-masing. Mahasiswa inbound (masuk) ke Unkhair memang profesional, sementara perwakilan Unkhair juga punya sejumlah pengalaman. Program ini tak sebatas belajar saja, namun miliki pengalaman sosial, spiritual, dan kebudayaan yang tak dibayangkan sebelumnya,”katanya.
Rektor mengkisahkan, pengalaman PMM2 sebelumnya cukup banyak. Cuma ada satu kisah menurutnya penting untuk diketahui mahasiswa yang mau disebar ke luar Perguruan Tinggi (PT). Dari pengakuan dosen di salah satu kampus negeri di luar Maluku Utara bahwa sosok mahasiswa ini sebelumnya dikenal tertutup, jarang diskusi, dan tak lajim seperti mahasiswa lainnya. Melalui program PMM2, mahasiswa ini tadinya pendiam bisa menjadi leader (ketua) dalam kelompoknya. “Program ini, tentunya positif, mahasiswa yang tadinya kurang bersemangat, jadi lebih semangat, bahkan bisa menjadi ketua dalam timnya”,tukasnya.
Lanjut Rektor, Program PMM3 selain menjembatani mahasiswa, juga mendorong mahasiswa menorehkan prestasi di luar, dan program ini diyakini hebat, cuman sebagian mahasiswa hebat lainnya belum di beri kesempatan.
Dalam kesempatan itu, Rektor juga menyampaikan salah satu peserta PMM3 yang telah berangkat menuju kampus pilihan, dia adalah Azril, tak menyangka, Si Azril mahasiswa yatim piatu dapat kesempatan ikut Program PMM3, mahasiswa ini setelah ditelusuri, ternyata kali pertama ke luar daerah. Alhamdulillah, kini bisa kuliah ke luar, dan menjadi kebanggaan walau tak disaksikan ke dua orangtuanya. Semoga dari perilaku sosial baik itu menjadi ladang pahala bagi ke dua orangtuanya. Berbeda dengan mahasiswa yang masih miliki orangtua dapat menyaksikan langsung anaknya ikut PMM3, dan kebanggaan itu diceritakan ke tetangga, serta keluarga lainnya.
“Orangtua dari peserta PMM3 yang tinggal di kampung, sebelumnya mereka hanya tahunya kalian berkuliah di Unkhair, kini orangtua kalian bangga luar biasa, bisa ke luar daerah,”tukasnya
Rektor, menambahkan selain menjabat Rektor, juga sebagai orangtua, ikut merasakan betapa bangganya ketika melihat mahasiswa mengikuti program ini, menurutnya keterlibatan anak-anak pada semua aspek kegiatan punya rasa tersendiri, seperti Rektor mencotohkan, informasi anaknya terpilih menjadi salah satu pegawai terbaik pada kantor di mana ia bekerja.
Anda tidak pernah bayangkan, lanjut Rektor kesuksesan itu berkat dukungan do’a dari ke dua orangtua. Kabar membangggakan lain, Mugira, mahasiswi jurusan Bahasa Inggris pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unkhair, lulus mengikuti Indonesian International Student Mobility AWords di Republik Cheko.
“Sebagai pimpinan, capaian ini membanggakan, dan tak lagi malu berkuliah di Unkhair, karena mahasiswanya akan berangkat menjalani perkuliahan di berbagai perguruan tinggi terbaik di luar negeri”, katanya
Lebih membanggakan lagi, menurutnya dari 116 mahasiswa PMM2 tahun sebelumnya, kini bertambah sebanyak 143 mahasiswa, dan mahasiswa 116 dari Jawa dan Sumatera sebelumnya bertambah menjadi 153 mahasiswa bakal inbound ke Unkhair. Program ini mengalami Peningkatan luar biasa. Pasalnya keberhasilan mahasiswa PMM2 tahun lalu, berhasil mensosialisasikan, dan meyakinkan adanya keberadaan Unkhair di Maluku Utara.
Rata-rata mahasiswa PMM di luar daerah, lanjut Rektor sebelum ke Maluku Utara, menariknya yang dilakukan pertama mahasiswa adalah mencari tau informasi di medsos seputar Unkhair, budaya, dan soal potensi daerah. Rektor menyimpulkan, bahwa mahasiswa sebelum ke lokasi, selain memastikan, juga pertanda seorang mahasiswa perlu miliki pengetahuan.
Rektor berharap dari sekelumit cerita pengalaman mahasiswa yang mengikuti PMM sebelumnya, itu dapat memotivasi mahasiswa, agar mahasiswa punya kepercayaan diri. Demikian juga Duta perwakilan mahasiswa Unkhair, perlu konsisten menjaga nama baik jas kuning (almumater), nama baik ke dua orangtua, serta menjaga nama baik Maluku Utara. “Diharapkan mahasiswa PMM3 memiliki daya saing, dan mampu berprestasi di kancah nasional,” harapnya.
Sukses atau tidaknya program ini, lanjut Rektor berkat kerjasama tim yang solid, normalnya pengajuan, kesiapan, dan tahapan komunikasi ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) RI. Ingat, semua ini dijalani dengan penuh rasa tanggungjawab.
“Jaga jari tangan anda, menjaga perbedaan kultur, tidak menyinggung pribadi, teknisitas, rasis, agama dan budaya, utamanya jangan terlibat pada kontestasi politik. Belajar dari pengalaman salah satu Kampus Negeri di Padang di usir warga. TikTokan mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dianggap menyinggung warga di desa. Karena itu, lagi kontrol jari-jari anda, sebab menurut kita baik belum tentu baik di mata orang lain,”nasehat Rektor
Rektor juga mengingatkan dari 143 mahasiswa yang akan diberangkatkan, dapat membuat tagar di media sosial (Medsos) adanya Dies Natalis Unkhair ke 59. Maju bersama ilmu.
Diakhir sambutannya, Rektor mengingatkan PMM3 ini hanyalah sebuah medium yang di biayai pemerintah, mulai dari transportasi, dan diganti dengan 20 SKS, tetapi dari SKS itu bergantung pada sikap, dan perilaku selama dirantau
Kordinator Pokja PMM3, Nurain Jalaluddin, SS.,M.A, mengungkapkan peserta PMM3 di kirim ke luar daerah sebelumnya telah melalui proses panjang. Tahapan berlangsung tanggal 29 Maret tahun 2023 . Kali ini peserta PMM3 akan melanjutkan kuliah pada semester 3, 5, dan semester 7 selama 1 semeter di kampus yang menjadi tujuannya. Sedangkan jumlah peserta sebanyak 365 mahasiswa sebelumnya mengikuti simulasi, mulai dari seleksi berkas, Test Vchat, dan standar nilai minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 2,75. Selanjutnya hanya 230 peserta, dan sebanyak 145 dinyatakan lulus. Sedangkan 2 orang mengundurkan diri dengan alasan berkesempatan mengikuti program lain.
Nurain melanjutkan, 1 orang mahasiswa dari Fakultas Pertanian diterima mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek RI. 1 orang, mahasiswa Fakultas Teknik mengundurkan diri dengan alasan personal. Sedangkan sisa dari 143 peserta terdiri 6 orang dari Fakultas Hukum, 38 orang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), 20 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEK), 22 orang Fakultas Pertanian, 3 dari Fakultas Perikanan, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 22 orang, dan Fakultas Teknik (Fatek) berjumlah 32 peserta.
Nurain, yang juga menjabat Kepala Perpustakaan Unkhair, merinci dari jumlah 143 peserta PMM3 ini, selanjutnya akan disebar ke 65 Perguruan Tinggi (PT) swasta, maupun negeri, yakni di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Sedangkan jadwal keberangkatan direncanakan bulan ini, dan Oktober mendatang.
“Keberangkatan peserta PMM3 berdasarkan kalender akademik yang berlaku pada setiap daerah tujuan. Semantara awal September mendatang, peserta PMM3 sebanyak 153 orang yang inbound ke Unkhair,” tuturnya
Nurain menambahkan, mahasiswa peserta PMM3 setelah kembali ke Unkhair, nilainya akan dikonversi 20 Satuan Kredit Semester (SKS), untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) sendiri dikakukan di Kampus asalnya. Semua biaya ditanggung Kemendikbud-Ristek RI, dan diharapkan mahasiswa dapat menggali potensi diri, unggul berbagai mata kuliah, pencapaian nilai yang maksimal, bisa menghargai kebinekaan.
“Kemendikbud-Ristek RI, membiayai Tiket PP, dan biaya hidup selama di sana. Intinya, Program PMM ini cukup berdampak positif, buktinya mahasiswa sebelumnya setelah kembali rata-rata bisa menjadi ketua tim di berbagai kegiatan, dan peserta kali ini juga optimis, dan sangat bersemangat mengikuti prorgam PMM3”, tutupnya. (humas) Penulis: Polo /Editor: Suratin / Foto: Fai

