FEB Gelar Economic Market Preneur

Unkhair. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun Ternate, dorong jiwa wirausaha mahasiswa, Economic Market Preneur jurusan manajemen, mengusung tema “Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur pada Generasi Z yang Kreatif dan Inovatif,” dengan memamerkan bisnis dari produk lokal di lingkungan Universitas. Kegiatan ini digelar selama dua hari (10-11-2023), mendatang.

Rektor Universitas Khairun, Ternate Dr. M. Ridha Ajam, M, Hum, menyambut baik, pelaksanaan Economic market preuner, sekaligus mengapresiasi kegiatan yang boleh di bilang baru, itu memotivasi mahasiswa dapat mengembangkan minat, dan bakat keiwarausahaan, walau masih sebatas implementasi dari salah satu mata kuliah, Senin (10-7-2023).

“Luar biasa baik, Economic market preuner_mungkin banyak istilah, namun langsung mengaitkan antara mata kuliah dengan praktik, dan perlu di dorong”, tuturnya

Rektor melanjutkan, Kegiatan ini mengingatkannya, kala itu menjabat Wakil Rektor I, Unkhair masih berstatus Yayasan, Dia pernah melakukan peternakan ayam potong, hasilnya dijual sendiri cara menawarkan ternak ayam ke beberapa teman sejawatnya, namun tak direspon. Menurutnya, selang dua minggu, ayam sebanyak 280 ekor laku di pasaran. “Kisah ini memberi pelajaran wirausaha, ternyata tak hanya usaha saja, tapi perlu matang secara dini memenej dengan kesabaran, maka ayam yang dijual habis diburu”, katanya.

Perjuangan tak sampai di situ saja. Menurutnya, setelah terpilih sebagai Rektor pada Unkhair, Dia langsung menemui KH. Abd. Gani Kasuba, Lc, Gubernur Provinsi Maluku Utara, meminta dukungan projek pengadaan kandang ayam, dan disetujui pemerintah. Kini, Unkhair memiliki kandang ayam tercanggih di Maluku Utara. Insya Allah dari bantuan dan kerjasama pemerintah, pihaknya akan memanen ayam potong sedikitnya 4.800 ekor.

Rektor, juga mengatakan, kegiatan ini bentuk mengajarkan sejak dini jiwa enterpreuner ke mahasiswa, agar kelak sebagaimana pengalaman sebelumnya, akan mudah berwirausaha. Selain itu, Rektor mengajak mahasiswa, kegiatan seperti ini, dapat didiskusikan, dan bekerjasama dengan Badan Pengelola Usaha (BPU) Unkhair, dalam rangka memasarkan produk.

Selain itu, lanjut Rektor sejumlah usaha telah dirintis bersama Fakultas Pertanian, dan Fakultas Perikananan dan Kelautan, mengembangkan penangkaran lebah, dan budi daya ikan, yang direncanakan pekan depan Unkhair panen ayam potong, serta panen madu. Tak cuma itu, Unkhair terus kembangkan pupuk buatan Unkhair sendiri dengan model penawaran yang mudah dijangkau oleh petani.

Rektor, juga mengkisahkan ke mahasiswa, dua pekan lalu ketika bersama Kepala BPU Unkhair, perjalanan menuju Kabupaten Halmahera Timur (Haltim). Di dalam mobil, percakapan berlanjut seputar usaha ayam, mendengar itu, mendadak supir menawarkan diri, mau kerjasama Unkhair memasarkan ayam potong di Haltim. Mendengar itu, Rektor mengungkapkan sekelas supir berpikir enterpreneurship. Dari kisah ini, menurutnya jangan mau di kalah sama sosok supir, pebisnis lainnya.

“Kegiatan entrepreuner ini, diharapkan memberi motivasi, berdaya saing, dan mahasiswa dapat mengubah minset. Bahkan, untuk mendukungnya, kami beri tempat jualan ke mahassiswa mengembangkan usaha mandiri”, tandasnya.

Diakhir sambutannya, Rektor mengajak kepada semua level pimpinan, dapat melakukan kerjasama, dan  berkolaborasi memajukan Unkhair. Rektor juga mengapresiasi, dua tahun terakhir mahasiswa Unkhair, khususnya Falultas Ekonomi dan Bisnis, yang telah menorehkan prestasi ke tingkat nasional, dan memiliki kelas internasional.

Muhsin N. Bailussy, SE.,M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unkhair, mengatakan kegiatan ini, bagian dari tugas pengantar bisnis, semeter II, yang diimplementasikan bentuk project based learning (PJBL), sementara diproses, di review pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diketahui Asosiasi Program Studi Manajemen, dan menggunakan standar nasional.

“Tugas besar dari dosen mata kuliah Pengantar Bisnis dalam bentuk implementasi produknya, one class one produc (satu kelas satu produk). Produk yang di buatnya, selanjutnya di jual sendiri. Selain kegiatan mahasiswa, juga untuk memenuhi salah satu Visi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis,” katanya.

Sedangkan, menurutnya Economic market preneur  bagian dari implementasi tugas mata kuliah Pengantar Bisnis pada mahasiswa semester II, yang di bagi 40 kelompok, masing-masing mengisi 12 stan produk, mulai dari minuman lokal, dan kuliner di Kantin yang belum diresmikan di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Kegiatan di inisiasi Himpunan Mahasiswa Program (HIMAPRO) Studi Manajemen, ini rencananya berlangsung selama dua mendatang, menurutnya murni dari binaan sejumlah dosen pengasuh pengantar bisnis, dan akuntansi mata kuliah kewirausahaan, dan dibentuk menjadi empat kelompok, termasuk gabungan di bawah asuhan dosen dari akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis,”jelasnya.

Belum lama ini, menurutnya telah dibentuk, sekaligus melantik 4 Usaha, Kecil, dan Menengah (UKM) yakni UKM Kewirausahaan, UKM Seni, UKM Penalaran, dan UKM Olah Raga. Bentuk UKM itu, dikelola langsung oleh mahasiswa, bahkan menurutnya semua kegiatan telah dianggarkan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Hal ini dilakukan berorientasi pada Indikator Kinerja Utama (IKU), termasuk prestasi mahasiwa.

“Ada 2 ivent kegiatan yang dikelola secara nasional oleh Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ivent debat bahasa inggeris, Unkhair di beri tanggungjawab jadi tuan rumah, dan kegiatan ini dikelola langsung UKM Penalaran”, jelasnya.

Muksin melanjutkan sedikitnya lima ivent akan digelar secara nasional, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis di pilih menjadi tuan rumah tersebut, salah satu di antaranya lomba nasional business plan, dan untuk diketahui, Unkhair menjuarai lomba accounting melibatkan 40 universitas se-Indonesia. Sedangkan, lomba essay di level nasional di juarai mahasiswa dari ekonomi pembangunan.

Muksin juga mengaku kegiatan kemahasiswaan cukup banyak, menurutnya telah mengalokasikan anggaran sebanyak Rp.500.000.000 untuk mendukung kegiatan, sedangkan sejumlah anggaran yang ada bersumber dari Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan iuran pengembangan institusi yang dituangkan di dalam DIPA Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Ketua Panitia Pelaksana, Nastain Nouhu, dalam sambutannya mengatakan economic market preneur merupakan kegiatan diselenggarakkan oleh Himpunan Mahasiswa Program (HIMAPRO) Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unkhair Ternate, bert tujuan memberi wadah ke mahasiswa, memperluas wawasan terkait di dunia bisnis, dan kewirausahaan, “Economic Market Preneur  bertujuan mendorong semangat berwirausaha kalangan mahasiswa yang menghasilkan, dan menghdirkan produk usaha”, katanya.

Nastain, yang juga mahasiswa jurusan manajemen, menjelaskan egiatan ini di beri nama Economic Market Preneur  setidaknya ada dorongan ke rekan-rekan mahasiswa berdaya saing, mampu menciptakan produk usaha, dan ide untuk dipamerkan.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program (HIMAPRO) Manajemen, Muhammad Rafly Daeng Barang, menyampaikan rasa bangga, dan ucapan terimaksih ke Rektor, dan jajaran akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang telah berpartisispasi dalam mendukung kegiatan ini, hingga terlaksana dengan baik dan lancar, “tamu pengunjung yang telah berkesempatan hadir mendukung, meramaikan, dan menikmati acara ini, kami ucapkan terimakasih,”, tuturnya.

Muhammad Rafly, menambahkan kewirausahaan, bagian dari aspek penting di dunia bisnis dan ekonomi modern. Alasannya, melibatkan kemampuan, mengenali resiko dan peluang bisnis. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memunculkan inspirasi, dan sejumlah ide mengembangkan ekonomi kreatif, “memberi wawasan, dan menginspirasi mahasiswa membangun jiwa kewirausahaan yang kuat, kemudian berhasil di mendatang”, katanya.

Selain menanamkan jiwa enterpreneur rekan-rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, kegiatan ini, dirapakan bersama rekan mahasiswa membantu membangun Fakultas, tanpa mengabaikan kewajiban seorang mahasiswa, agar kelak lebih meningkatkan prestasi, khususnya bidang akademik, maupun non akademik. (humas) Penulis : Polo / Foto : Fai dan Fadli