Unkhair. Pusat Tangguh Bencana Universitas Khairun, berkesempatan menghadiri Konferensi akhir “Final Conference” Proyek Building Universities in Leading Disaster Resilience yang diselenggarakan oleh Universitas Presiden di Hotel Sahid Jaya Jakarta, (10-11 Mei 2023).
Project BUiLD-DRR yang sudah berjalan selama kurang lebih 4 tahun, sejak 2019, merangkum delapan Perguruan Tinggi perwakilan dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Maluku Utara. Perguruan tinggi dari berbagai wilayah tersebut berbuat sesuatu dan menjadikan Indonesia untuk sadar dan tanggap dalam menghadapi bencana.
Perguruan tinggi dari Universitas Andalas, Universitas Islam Yogyakarta, Universitas Ahmad, Dahlan, Universitas Presiden, Universitas Surabaya, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Muhammadiyah Palu dan Universitas Khairun, bekerjasama dengan stakeholder bersama mencari solusi terhadap situasi bencana yang terjadi di Indonesia terutama yang di sebabkan oleh perubahan iklim (Climate Change)
Koordinator Proyek BUiLD, Nadine Sulkowsky, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Center of Excellence – CoE atau pusat tangguh bertugas untuk melaksanakan berbagai hal dalam pendekatan secara holistic, bekerja dari sisi akademik, mendukung kebijakan pemerintah maupun pemangku kepentingan untuk paham dan memiliki risk awareness (kesadaran terhadap resiko bencana).
Pusat Tangguh juga akan menjadi sentra perencanaan bisnis dalam kapasitas penanggulangan bencana bersama pemerintah dan semua pihak dalam membawa komunitas menjadi masyarakat yang tangguh.
Peran pusat tangguh dijalankan melalui penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat, serta pelatihan teknis penanganan bencana. Delapan Perguruan tinggi Indonesia ini juga mengembangkan asosiasi pusat Tangguh dengan nama Matta Bencana (Masyarakat Tangguh dan tanggap bencana).
Konfrensi ini mengundang beberapa pemateri yang memaparkan berbagai hal terkait upaya dan penanganan bencana antara lain Dr. David Ruben (Executive Director, Institute of Strategic Risk Management – University of Portsmouth, UK). Dr. Ir. Udrekh dari BNPB Direktorat of Disaster Risk Mapping and Evaluation, Deputy of System and Strategy, Pembicara dari MDMC Dr. Rahmawati Husen, President and Expert Panel Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jogjakarta dan Advisory Group Member of BUILD, serta Dr. Ir. Srigunani Partiwi., MT (Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen, Diktiristek) yang pada penutup konfrensi menyampaikan Peran dan Strategi dari Pendidikan tinggi dalam Tanggap Bencana.

Pusat Tangguh Bencana Unkhair yang diwakili oleh Ketua Pusat Tangguh, Maulana Ibrahim dan Ketua Kantor Urusan Internasional Roswita M. Aboe yang juga menjadi Koordinator Proyek BUiLD Unkhair, juga berkesempatan menyampaikan kegiatan-kegiatan dan capaian pusat tangguh yang telah berjalan atas pendanaan Erasmus Plus dan Uni Eropa, dimana pusat tangguh akan senantiasa mensinergikan antara kurikulum kebencanaan, penelitian serta kegiatan pelatihan tanggap bencana kepada sivitas akademika dan masyarakat dalam menggunakan virtual reality (alat simulasi bencana) dan beberapa perangkat yang telah disediakan oleh project BUiLD.

Konferensi ini di tutup dengan menampilkan pameran dari masing-masing pusat tangguh dari 8 Universitas di Indonesia dan empat perguruan tinggi Eropa, University of Gloucestershire- Inggris, Polytechnic Porto-Portugal, Kobenhaven Professional Hojskole-Denmark, serta Universitas Hafelekar – Austria. (humas) Kantor Urusan Internasional Unkhair. Sumber : Roswita M. Aboe & Maulana Ibrahim / Editor : Suratin / Foto : Tim

