Tamalia Jadi Wisudawati Terbaik Berkat Doa Ibu

Unkhair. Tamalia, gadis kelahiran Bekasi 9 Mei 1999 berkeinginan untuk kuliah di luar kota Ternate, namun karena keterbatasan biaya akhirnya Tamalia harus mengurungkan niatnya. Akhirnya Tamalia memilih mendaftar kuliah di Universitas Khairun melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Saat mendaftar kuliah Tama, panggilan akrabnya tak ingin menjadi guru, namun kecintaannya terhadap ilmu biologi membuatnya semakin tertarik dengan profesi guru.

Ketika ditanya oleh tim Humas bagaimana cara belajar sehingga mendapat predikat mahasiswi dengan predikat pujian, Tama menjawab, cara belajar yang efektif adalah sering membuat ringkasan materi yang diberikan oleh Dosen, setelah itu ringkasan materi tersebut dibaca kembali berulang kali sehingga tak mudah lupa.

Ayah Tama, Diding Chaerudin bekerja sebagai penjual mobil bekas di Jakarta, Sedangkan ibunya Maryam Hi. Hamzah adalah seorang ibu rumah tangga. Diding Chaerudin sering berkomunikasi dengan Tama melalui sambungan telepon, Tama tinggal bersama ibunya di Ternate, sampai suatu saat ditahun 2020 ketika mulai menyusun proposal, Ayah tama harus pergi untuk selamanya, kabar duka itu Tama terima saat masih melakukan pengujian hasil di laboratorium kampus.

Kini Tama hanya bersama Ibunda tercinta, dengan keterbatasan ekonomi dan sadar sebagai penerima beasiswa bidikmisi, Tama harus lebih giat belajar serta terus mempertahankan nilainya, hal ini dilakukannya agar tak putus beasiswa dari Pemerintah. Hari ini 30 Maret 2021 Tama menjadi wisudawati terbaik pada wisuda periode Maret 2021 dengan IPK 3.91. Tamalia mampu mempertahankan skripsinya dengan judul “Induksi Mutasi Pada Tanaman Cabai Menggunakan Mutagen Kolkisin Sebagai Bahan Pengembangan Video Tutorial Laboratorium Virtual Pada Mata Kuliah Genetika” di hadapan Dosen penguji.

Tamalia sangat berterima kasih kepada kedua orang tua atas bimbingan serta kasih sayangnya sehingga Tama dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu. Begitu juga perasaan ibunda tercinta, bangga dan haru dirasakan Maryam Hi. Hamzah ketika melihat anaknya hari ini mengenakan pakaian wisuda, Maryam tak menyangka dengan keterbatasan ekonomi anaknya kini mampu meraih gelar sarjana. Ucapan terima kasih Tama sampaikan kepada ibu tercinta yang tak henti hentinya memberikan doa dan dukungan sehingga Tama mampu menyelesaikan kuliah dan meraih gelar sarjana. Gelar ini Tama persembahkan kepada Ibu tercinta.  *Humas.