Unkhair. Sebanyak 51 Orang Dosen dari Perguruuan Tinggi Swasta (PTS) mengikuti program Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) di Universitas Khairun. Program PEKERTI ini dilaksanakan karena LP3M Unkhair sudah cukup berpengalaman dalam melaksanakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI).
Dengan pengalaman yang cukup lama tersebut, L2DIKTI Wilayah XII kembali menjalin hubungan dengan ditandai penandatangan MoU dalam bidang Pengabdian Kepada Masyarakat. Penandatangan MoU ini dilakukan oleh Kepala L2DIKTI Wilayah XII Dr. Muhammad Bugis, M.Si bersama Rektor Universitas Khairun Prof. Dr. Husen ALting,SH.MH. Penandatangan MoU ini berlangsung di aula Nuku gedung Rektorat Unkhair (Senin, 15 Maret 2021). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala LP3M Universitas Khairun Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum dan Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Suratman Sudjud, SP.MP
Untuk diketahui, PEKERTI menjadi penting dalam pengembangan profesionalisme dosen karena kurikulum yang ditetapkan oleh DIKTI sejalan dengan amanat UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Disebutkan bahwa, beban kerja dosen mencakup kegiatan pokok, yaitu perencanaan, pelaksanaan proses, penilaian hasil pembelajaran, pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian. Program PEKERTI merupakan program pelatihan yang dirancang Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk peningkatan kompetensi pedagogik bagi para dosen.
Sejalan dengan diterapkannya kurikulum berorientasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) di perguruan tinggi, maka upaya peningkatan kualitas dosen melalui program PEKERTI, substansi materi dan penyajiannya harus disesuaikan dengan penerapan kurikulum tersebut.
Program PEKERTI, melatih tenaga pengajar untuk mempersiapkan program pembelajaran, memiliki keterampilan mengajar dan melakukan evaluasi terhadap hasil belajar. Pada mulanya program ini diperuntukkan bagi dosen yunior, meskipun demikian berdasarkan perkembangan terakhir, minat dari dosen senior untuk mengikuti program ini cukup banyak. Pada dasarnya isi program ini memang tidak menunjukkan perbedaan dosen yunior maupun senior (Humas)

