Unkhair.ac.id. Universitas Khairun menggelar pemilihan mahasiswa berprestasi. Kegiatan ini berlangsung di aula Nuku gedung Rektorat Universitas Khairun (Rabu, 30 Desember 2020). Karena masih dalam masa pandemik Covid-19, acara tersebut berlangsung terbatas tampa penonton dan siarkan melalui media kampus. Dari puluhan berkas yang masuk di panitia, tersisa empat belas berkas mahasiswa yang dianggap layak untuk masuk ke babak final. Ke empat belas mahasiswa yang masuk ke babak final adalah Janiah Husen dari Fakultas Pertanian. Dian Ayu Ningsih dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Angela dari Fransischa Pasimanyeku Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Maesa Akni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Nur Syafira Rahmadani dari Fakultas Pertanian. Rynaldi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dinda Rahmawati dari Fakultas Teknik. Rifki Ode Adu dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Nurul Fitri Ramadhan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Arty Amalia Less dari Fakultas Teknik. Yusril Rafiqzal Zuldan dari Fakultas Kedokteran. Nurhidaya Tahir dari Fakultas Perikanan dan Kelautan. Anggun Rosa Ajie Safira dari dari Fakultas Perikanan dan Kelautan. Rahma Adi Arjun S. dari Fakultas Perikanan dan Kelautan.
Ketua panitia penyelenggara, Gunawan Hartono,SP.MP dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini adalah kegiatan berjenjang yang dimulai dari program studi lalu ke tingkat Fakultas dan akhirnya masuk ke seleksi tingkat Universitas. Tahun 2020 kegiatan pemilihan mahasiswa berprestasi berbeda di tahun sebelumnya, pada tahun ini, menurut Gunawan, panitia telah mendapatkan panduan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang panduan pemilihan mahasiswa berprestasi dan bagaimana tahapan seleksi yang harus dilalui oleh seorang mahasiswa berprestasi.
Selanjutnya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Syawal Abdulajid, SH.M.Hum, dalam sambutannya mengatakan walaupun dalam kondisi Covid19 antusias mahasiswa mengikuti ajang pemilihan mahasiswa berprestasi tahun 2020 tetap meningkat. Pada kesempatan itu Syawal juga berterima kasih kepada pelatih yang juga merupakan mahasiswa Unkhair sekaligus mantan juara pemilihan mahasiswa berprestasi baik tingkat Universitas maupun tingkat nasional. Terima kasih juga kepada para dewan juri yang hadir dalam ajang pemilihan mahasiswa berprestasi tahun 2020.
Dari empat belas orang mahasiswa yang masuk pada babak final akhirnya tersisa 6 orang yang akan bertarung dan diuji langsung oleh empat oaring juri. 6 orang mahasiswa yang lolos pada babak final adalah
Rynaldy dengan nilai : 95,94 dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Mahasiswa semester 5 jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,91 memiliki prestasi dintaranya Best Speaker Ketiga dalam debat bahasa Inggris tingkat Universitas dan aktif dalam kegiatan sosial tingkat Nasional salah satunya sebagai relawan Indonesia Creative Cities Festival.
Nur Syafira Rahmadani dengan nilai : 92.95 mahasiswi Fakultas Pertanian semester 5 program studi Agroteknologi memiliki prestasi yaknipPernah menjadi organizing comitee pada kegiatan Fanres 19 tingkat Internasional dan meraih juara 2 Lomba karya tulis ilmiah tingkat Universitas.
Dinda Rahmawati dengan nilai : 113,65 adalah mahasiswi Fakultas Teknik semester 5 program studi Teknik Informatika. Dinda memiliki prestasi diantaranya Juara III Pemilihan Duta Bahasa tingkat Provinsi Maluku Utara, Juara II Lomba Debat Ilmiah tingkat Universitas, dan Aktif dalam organisasi kemahasiswaan LDK Babusalam Unkhair sekaligus sebagai Sekretaris Departemen Istik.
Nurhidaya Tari dengan nilai : 93,69 adalah mahasiswi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan semester 5 di program studi Ilmu Kelautan ini memiliki prestasi diantaranya aktif sebagai penulis dalam kegiatan menulis opini oleh PMII Maluku Utara dan Indo Timur.
Rifki Ode Adu dengan nilai : 89.98 adalah mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, sekarang duduk di semester 5 program studi Bahasa Inggris. Rifki memiliki prestasi yakni Juara Harapan II Debat Bahasa Inggris tingkat Universitas, Juara III MTQ tingkat Universitas, sekarang aktif dalam kegiatan sosial sebagai Fasilitator Kelas Inspirasi Ternate dan relawan dalam kegiatan Nasional Indonesia Creative Cities Festival.
Yusril Rafiqzal Zuldan dengan nilai : 114,35 adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran semester 5 program studi Pendidikan Dokter. Yusril memiliki prestasi diantaranya Juara I Lomba Parade Cintah Tanah Air tingkat Provinsi Maluku Utara, Juara I Putera Duta Generasi Berencana, Yusri sekarang aktif dalam kegiatan sosial tingkat nasional di antaranya sebagai Relawan Terpilih socio trip lombok dan sebagai Duta Pepelingasih
Keenam orang mahasiswa initampil dihadapan juri untuk mempresentasikan makalah yang mereka buat. Setiap mahasiswa akan menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan oleh dewan juri. Semua pertanyaan wajib dijawab oleh para finalis. Setelah berdebat panjang lebar dan berhasil menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh juri, kini giliran pengumuman pemenang. Pengumuman pemenang sendiri disampaikan oleh ketua dewan juri Ibu. Lily Ishak,PhD.
Setelah membaca panjang lebar surat keputusan dan berbagai pertimbangan lainnya panitia akhirnya memutuskan Dinda Rahmawati mahasiswi Fakultas Teknik program studi Teknik Informatika dengan IPK 3,93 sebagai peraih Juara 1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas Khairun tahun 2020. Dinda panggilan akrabnya membawakan makala dengan judul Perancangan Sistem Informasi Penjualan Batik Malefo Khas Ternate Berbasis Website (SIPETIK MALEFO). Dalam gagasan kreatifnya, Dinda ingin mengenalkan usaha Batik Malefo khas Ternate dengan system digital melalui peluang usaha UMKM Go Online. Pada rancangan ini Dinda menggunakan perangkat lunak system informasi penjualan secara online. Seperti e-commerce yang lain, Dinda merancang sedetail mungkin dan juga memunculkan ciri khas batik Malefo dengan gaya milenial.
Selanjutnya Juara ke 2 diraih oleh Yusril Rafiqzal Zuldan mahasiswa Fakultas Kedokteran semester 5 program studi Pendidikan Dokter. Yusril mampu menyakinkan juri dengan gagasan kreatifnya yang berjudul Multi-Action Concept to Support Village : Optimalisasi Gerakan Sadar Cerdas Cegah melalui Aplikasi Centing dan Booklet Gizi Terpadu sebagai Upaya Mewujudkan Desa Bebas Stunting di Halmahera Selatan. Dalam tulisannya Yusril menjelaskan bahwa angka Kematian Ibu (AKI) di Maluku Utara cenderung menurun, namun angka tersebut masih cukup tinggi mengingat jumlah penduduk Maluku Utara yang relatif kecil, dan belum mencapai target MDG yang harus dicapai yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2019 Untuk kematian bayi tahun 2018 mencapai 292 kematian (13/1000 KH) dan tahun 2019 turun menjadi 276 kematian (12/1000 KH). Hal tersebut menggambarkan tingginya angka kematian bayi di seluruh wilayah Maluku Utara. Tulisanya tentang Stunting ini membawa Yusril meraih jura II pada pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat Universitas tahun 2020.
Juara 3 diraih oleh Nur Syafira Ramadhani mahasiswi Fakultas Pertanian semester 5 program studi Agroteknologi membawakan makalah dengan gagasan kreatif berjudul Pengembangan Program Food Estate Hortikultura Skla Lokal di Ternate dengan Model Variasi Pola Tanam. Isi gagasan Nur Syafira adalah Pola atau strategi One Village One Plan merupakan suatu program untuk menata kerja sama antar kelompok tani di setiap desa maupun kelurahan dalam mengatur pola penanaman suatu komoditi secara merata dan terarah, fokus komoditi yang dibudidayakan adalah komoditas hortikultura dan Pola One Village One Plan dengan menentukan dan membagi komoditas hortikultura yang akan di budidayakan pada tiap kelompok tani Pola One Village One Plan dengan melakukan penanaman komoditas hortikultura secara bergilir pada tiap kelompok tani. Kota Ternate yang merupakan pusat sentral pasar, bahkan belum dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, selain itu belum ada stabilisasi produksi pangan hortikultura pada kelompok-kelompok tani di Kota Ternate, hal ini mengakibatkan terjadinya panen raya dengan hasil panen komoditi hortikultura yang sama, sehingga berpengaruh terhadap menurunnya secara drastis harga suatu komoditi. Program Food Estate dengan mengangkat pangan lokal hortikultura sebagai lumbung pangan dalam ketahanan pangan, dan mengubah kebiasaan para petani dengan mengganti pola atau strategi budidaya, dengan cara menggunakan pola One Village One Plan agar mencegah dari panen raya secara besar-besaran dengan komoditi hortikultura yang sama. Dengan menggunakan dua Pola One Village One Plan dengan menentukan dan membagi komoditas hortikultura yang akan di budidayakan pada tiap kelompok tani, dan melakukan penanaman komoditas hortikultura secara bergilir pada tiap kelompok tani. Hal tersebut dapat berpengaruh sehingga terarahnya pola tanam yang diterapkan petani dan hasil produk pun stabil. (Humas)
Foto dari M. Zain :













