UNKHAIR, Laboratorium Terpadu Universitas Khairun (Unkhair) resmi menjalani asesmen surveilans ke-2 sekaligus Perluasan Ruang Lingkup (PRL) standar ISO 17025 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), Senin (27/4/2026).
Kunjungan tim asesor KAN ke Laboratorium Terpadu Unkhair sebagai bagian dari evaluasi keberlanjutan mutu serta pengembangan layanan pengujian laboratorium.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unkhair, Dr. Abdul Kadir Kamaluddin, S.P., M.Si, mengatakan, komitmen Unkhair dalam meningkatkan kualitas laboratorium sebagai pusat inovasi riset.
Ia menjelaskan, pada akreditasi awal Laboratorium Terpadu Unkhair baru memiliki lima ruang lingkup. Ke depan, Unkhair terus mendorong perluasan layanan seiring peningkatan fasilitas dan dukungan anggaran.
“Tahun ini kami mendapat hibah sekitar Rp100 miliar melalui SBSN untuk pembangunan gedung dan pengadaan alat laboratorium. Ini menjadi langkah besar dalam penguatan mutu dan kapasitas riset,” ujarnya.
Menurutnya, asesmen surveilans menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi terbuka terhadap berbagai aspek, mulai dari pelayanan, sumber daya manusia (SDM), hingga penggunaan peralatan laboratorium.
Sementara itu, Asesor Kepala KAN, Murtiningsih, mengapresiasi komitmen Unkhair dalam mengembangkan laboratorium. Ia menekankan pentingnya peran laboratorium dalam menjamin mutu hasil pengujian.
“Kalau berbicara mutu, laboratorium adalah kunci. Dari hasil pengujianlah kita bisa memastikan kualitas suatu produk atau penelitian,” katanya.
Ia menambahkan, asesmen kali ini berfokus pada kesesuaian penerapan standar ISO 17025 serta evaluasi konsistensi sistem manajemen mutu laboratorium sejak akreditasi sebelumnya.
Selain surveilans, tim asesor juga melakukan penilaian terhadap pengajuan perluasan ruang lingkup, khususnya pada parameter mikrobiologi seperti pengujian Escherichia coli (E. coli) dan coliform.
“Untuk perluasan ruang lingkup, kami akan melihat apakah pengujian itu sudah benar-benar diterapkan dan didukung bukti dokumen yang lengkap,” jelasnya.
Asesor lainnya, Yogi Dwi Satria, menambahkan bahwa penilaian juga mencakup aspek sistem manajemen mutu yang diterapkan dalam operasional laboratorium sehari-hari.
Terpisah, Kepala UPA Laboratorium Terpadu Unkhair, Dr. Khusna Arief Rakhman, S.Si., M.Sc, menyebut asesmen ini menjadi bagian penting dalam menjamin kualitas hasil pengujian.
“Tim asesor melakukan observasi langsung di laboratorium untuk melihat kualitas pengujian, khususnya pada parameter mikrobiologi yang diajukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, asesmen berlangsung selama tiga hari dengan agenda utama observasi lapangan, verifikasi dokumen, serta evaluasi penerapan sistem mutu.*
_________________________________________
Laporan: Chessa | Editor: Polo | Foto: Chessa

