UNKHAIR, Menjawab tantangan globalisasi dan transformasi pendidikan tinggi, Program Pascasarjana Universitas Khairun (Unkhair) menginisiasi kuliah umum. Bertempat di Ruang Kuliah Terpadu Lantai I, Gedung Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Kampus II Unkhair, Ternate, Selasa (23/12/2025).
Kuliah umum itu mengusung tema “Transformasi Pendidikan Tinggi dan Masa Depan Pascasarjana Memasuki Lanskap Global,” hadirkan Kepala Kantor Manajemen Mutu IPB University, Dr. Ir. I Wayan Nurjaya, M.Sc, sebagai pembicara utama.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair, Dr. Hasan Hamid, M.Si, mengatakan pentingnya kuliah umum bagi sivitas akademika, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga pimpinan universitas.
Menurut Dr. Hasan, transformasi pendidikan tinggi merupakan keniscayaan yang harus segera direspons perguruan tinggi, termasuk Unkhair, di tengah disrupsi global dan masuknya era Society 5.0.
“Kita harus bergerak cepat dengan agile mindset. Pendidikan tinggi tidak bisa lagi berjalan lambat, karena tuntutan global sudah berubah,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa pascasarjana agar tidak hanya menjadi penghasil ilmu, tetapi mampu melahirkan karya ilmiah yang berdampak dan diakui secara internasional.
Kata Dr. Hasan pentingnya publikasi ilmiah di jurnal bereputasi global sebagai tuntutan kinerja perguruan tinggi, sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
“Mahasiswa pascasarjana ke depan tidak cukup hanya publikasi nasional. Kita harus keluar, menembus jurnal internasional bereputasi seperti Scopus atau Web of Science,” katanya.
Menurutnya, publikasi internasional juga akan memperkuat rekam jejak akademik dosen dan institusi, termasuk dalam pengusulan jabatan profesor.
Unkhair, sambung Dr. Hasan memiliki keunikan geografis dan sosial, seperti karakter kepulauan dan kemajemukan, yang dapat menjadi kekuatan riset untuk tesis maupun disertasi berdaya saing global.
Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana Unkhair, Prof. Dr. Abd. Wahab Hasyim, SE., M.Si, dalam sambutannya, menyatakan kuliah umum merupakan agenda resmi Pascasarjana Unkhair yang sudah direncanakan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKKAL) Tahun Anggaran 2025.
Ia menyebutkan, kegiatan ini menjadi penutup rangkaian program Pascasarjana Unkhair sepanjang tahun 2025.
“Kegiatan ini kami rancang di luar kurikulum formal untuk memberikan pemikiran-pemikiran segar kepada mahasiswa dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif,” pungkas Prof. Wahab.
Pada sesi pemaparan, Dr. I Wayan Nurjaya, menjelaskan transformasi pendidikan tinggi merupakan pergeseran paradigma, dari sekadar memenuhi standar nasional menuju standar global.
Bagi Dr. I Wayan, pascasarjana harus diarahkan meningkatkan kualitas riset, dan publikasi internasional. Membekali mahasiswa dengan kompetensi global, serta menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan pembangunan berkelanjutan.
Berbagai tren global, tambah Dr. I Wayan pendidikan tinggi, termasuk internasionalisasi kurikulum, kolaborasi riset lintas negara, digitalisasi pendidikan, serta tuntutan employability lulusan pascasarjana.
Lebih lanjut, Dr. I Wayan, mengatakan rendahnya jumlah mahasiswa asing, keterbatasan infrastruktur, penguasaan bahasa asing, serta kesenjangan kualitas kurikulum.
Meski demikian, ia menilai Indonesia memiliki peluang besar melalui penguatan kebijakan, kolaborasi internasional, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan kurikulum global yang tetap relevan dengan konteks lokal.*
_________________________________________
Laporan: Acil |Editor: Polo |Foto: Chessa

